BeritaLokal, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat penerapan sistem layanan informasi keuangan (SLIK) dengan mengoptimalkan empat tujuan utama yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam pengelolaan data keuangan. Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Agus E. Siregar, menjelaskan bahwa SLIK menjadi infrastruktur penting dalam sistem keuangan Indonesia dengan menyediakan informasi debitur yang akurat dan terkini.
Selain itu, optimisasi SLIK diharapkan mempercepat keterkinian data kredit lunas, mendukung program 3 juta rumah, serta mengurangi risiko pengaduan masyarakat terkait informasi debitur yang belum diperbarui. Dalam acara launch yang diselenggarakan di Gedung Menara Radius Prawiro Jakarta, Senin (6/7/2026), Agus menegaskan bahwa empat tujuan ini saling menguatkan untuk memperkuat ekosistem keuangan dan menjaga stabilitas sistem.
Tujuan Utama Optimalisasi SLIK
1. Peningkatan Akses Pembiayaan UMKM: SLIK akan mendukung program pembangunan ekonomi nasional dengan memperluas akses pembiayaan khusus untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
2. Percepatan Keterkinian Data: Dalam waktu pendek, sistem akan meringkas pelaporan kredit lunas dan pembiayaan yang selesai, sehingga informasi dalam SLIK lebih akurat dan terupdate.
3. Mengurangi Pengaduan Debitur: Sistem akan memastikan data debitur dengan baki debet di atas Rp 1 juta secara kumulatif diperbarui, mengurangi risiko pengaduan terkait informasi yang tidak sesuai.
4. Ekosistem Keuangan Terpadu: SLIK akan menegakkan sistem pelaporan kredit yang lebih kredibel, memperkuat perlindungan konsumen, dan menjaga stabilitas keuangan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, OJK menyebutkan bahwa saat ini SLIK telah melayani 2.169 pelapor dari berbagai sektor jasa keuangan, dengan rata-rata permintaan informasi debitur mencapai 31 juta inquiry per bulan. Angka ini sempat mencapai puncaknya hingga 35,3 juta pada April 2026, menunjukkan SLIK sebagai infrastruktur penting dalam ekosistem kredit dan pembiayaan nasional.
Sementara itu, Agus mengungkapkan bahwa optimisasi SLIK dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap penerapan kebijakan kredit yang bertanggung jawab, menjaga prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan, dan mendukung agenda pemerintah dalam penyediaan hunian layak. Dengan demikian, SLIK menjadi sarana penting dalam membangun sistem keuangan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Himbara Perluas Pembiayaan UMKM, Tak Hanya Kejar Profit
18 Juni 2026
Ketua Hipmi: MBG hingga Hilirisasi Cetak Pengusaha Baru
10 Juni 2026
OJK Dorong BPD Perkuat Pembiayaan UMKM
31 Mei 2026
Flappy Coin Masuk Industri Kripto, Presale Hampir Ludes
7 Juli 2026
Lowongan Kerja Terbaru PT Djojonegoro C-1000: Posisi Akuntansi & Pajak di Jakarta, Sukabumi, Lampung
7 Juli 2026
Bluebird Buka Lowongan Kerja di Lini Operasional dan Manajemen, Minat?
7 Juli 2026
Magang Nasional: 64% Peserta Langsung Direkrut Kerja
6 Juli 2026
Investasi KEK Bintan Capai Rp 353,5 Triliun, Menyerap 266 Ribu Tenaga Kerja
6 Juli 2026
Memuat komentar...