Misi Besar Telkomsel dalam Menjaga Bumi, Cita, dan Data

Melalui tiga pilar sustainability utama: Jaga Bumi, Jaga Cita, dan Jaga Data, Telkomsel berkomitmen memperluas dampak positifnya bagi lingkungan dan masyarakat.

PerbesarDirektur Utama Telkomsel, Nugroho./Iskandar

, Jakarta – Bayangkan mendarat di Singapura dengan suguhan langit biru bersih, lalu mendapati pemandangan kontras berupa langit abu-abu pekat akibat polusi saat melintasi Jakarta.

Realitas pahit inilah yang menjadi salah satu pemantik bagi Telkomsel untuk tidak lagi sekadar menjadi penyedia layanan seluler dan data, melainkan aktor aktif dalam menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan persoalan lingkungan bukan lagi agenda sampingan yang bisa dinomorduakan. Melalui tiga pilar sustainability (keberlanjutan) utama–Jaga Bumi, Jaga Cita, dan Jaga Data–operator seluler terbesar di Indonesia ini berkomitmen memperluas dampak positifnya bagi lingkungan dan masyarakat.

“Berapa pun uang yang kita miliki, jika kita sakit karena polusi, maka tidak ada kesenangan yang bisa kita rasakan. Saya harap ini bisa menjadi bentuk peningkatan kesadaran kita bersama,” ujar Nugroho dalam konferensi pers Telkomsel Sustainability Report 2025, Jumat (5/6/2026) di Jakarta.

Dalam pilar Jaga Bumi, Nugroho mengakui Telkomsel tidak bisa menyelesaikan masalah polusi sendirian. Namun, langkah konkret harus dimulai dari hal terkecil, seperti aksi penanaman pohon hingga memastikan seluruh infrastruktur perusahaan tidak mencemari lingkungan sekitar. Lebih dari itu, Telkomsel siap meluncurkan inovasi produk baru bernama Green Home.

“Produk ini dirancang sebagai solusi terpadu ramah lingkungan di hunian pelanggan yang mengintegrasikan penggunaan energi terbarukan seperti panel surya guna menghemat konsumsi listrik secara signifikan,” ia memaparkan.

Investasi AI Hub dan Masa Depan SDM

Komitmen keberlanjutan Telkomsel tidak berhenti di isu lingkungan. Melalui pilar Jaga Cita, perusahaan berinvestasi besar pada generasi masa depan agar memiliki daya saing tinggi di era digital.

Salah satu langkah strategis yang telah direalisasikan adalah pembangunan AI Hub di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pusat inovasi ini difokuskan pada pelatihan sumber daya manusia (SDM) di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan talenta muda Indonesia menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar global.

“Telkomsel juga berkomitmen memberikan bantuan perangkat lunak (software) AI bagi talenta-talenta lokal yang potensial,” Nugroho menjelaskan.

 

Menjamin Keamanan Data Pelanggan

Melengkapi ekosistem tersebut, pilar Jaga Data dihadirkan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan. Telkomsel memastikan seluruh inisiatif bisnis, baik di sektor konektivitas seluler maupun layanan rumah digital, berjalan di atas koridor privasi dan perlindungan data yang ketat.

Hingga saat ini, nilai kontribusi Telkomsel terhadap program keberlanjutan dan lingkungan telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp 37 triliun. Nugroho optimistis angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan. Ke depan, kami berharap kontribusi terhadap lingkungan ini bisa jauh lebih besar lagi,” pungkus Nugroho optimis.



error: Content is protected !!