CEO Infinix India Anish Kapoor Mundur Gara

CEO Infinix India, Anish Kapoor, yang selama ini menakhodai operasional pasar India dikabarkan bakal segera hengkang. Ini penyebab utamanya…

PerbesarCEO Infinix India, Anish Kapoor. Credit: LinkedIn/Anish Kapoor

, Jakarta – Infinix India dikabarkan tengah menghadapi masa-masa sulit. Merek ponsel pintar di bawah naungan Transsion Holdings ini dilaporkan sedang berjuang di tengah restrukturisasi internal, pengurangan jadwal peluncuran produk, serta tekanan hebat dari kompetitor di pasar India yang sangat kompetitif.

Menurut laporan dari media teknologi Digit.in, kabar paling mengejutkan datang dari lini kepemimpinan mereka. CEO Infinix India, Anish Kapoor, yang selama ini menakhodai operasional Infinix India, dikabarkan bakal segera hengkang.

Kapoor disebut-sebut telah mengajukan pengunduran dirinya sejak awal tahun ini dan sudah tidak lagi aktif memimpin brand tersebut.

Meskipun Infinix maupun Transsion Holdings belum memberikan konfirmasi resmi, sejumlah sumber internal membisikkan bahwa keretakan ini dipicu oleh adanya perbedaan strategi.

Mengutip GizmoChina, Minggu (7/6/2026), tim Infinix India dan jajaran petinggi Transsion di Tiongkok kabarnya tidak sejalan mengenai arah kebijakan bisnis ke depan.

Ketidakpastian di tingkat atas ini tampaknya mulai berdampak ke akar rumput. Gelombang perpindahan karyawan dilaporkan terjadi di beberapa departemen. Sejumlah anggota dari tim produk dan pemasaran Infinix disebut telah menyeberang dan bergabung ke kompetitor.

Meski operasional harian diklaim masih berjalan normal, badai internal ini tidak bisa membohongi performa pasar mereka. Situasi ini berdampak langsung pada rencana peluncuran produk Infinix.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Infinix terpantau sangat irit merilis ponsel baru jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

 

Tekanan Pasar

Para analis menilai melambatnya intensitas peluncuran produk ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor: penyesuaian portofolio, tekanan finansial, serta melonjaknya biaya komponen.

Tantangan ini kian berat karena Infinix bermain di segmen budget (ponsel murah), di mana margin keuntungan sangat tipis dan persaingan dari rival-rival besar kian agresif.

Data pasar yang dimuat dalam laporan tersebut menunjukkan penurunan performa yang cukup drastis:

  • Total Pengiriman 2025: Infinix mengapalkan sekitar 2,9 juta unit ponsel pintar di India.
  • Pengiriman Januari–April 2026: Angka pengiriman merosot tajam, hanya menyentuh kisaran 500.000 unit.

 

Pangsa Pasar Terjun Bebas

Penurunan volume pengiriman ini otomatis membuat pangsa pasar Infinix di India terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini juga mencerminkan tantangan lebih luas yang sedang dihadapi oleh lini bisnis ponsel Transsion di India.

Walaupun Transsion Holdings masih mencatatkan taji yang kuat di beberapa pasar internasional–khususnya di kawasan Afrika–masa depan mereka di India kini penuh tanda tanya. Para analis memprediksi tekanan ini akan terus berlanjut sepanjang 2026.

Stabilitas kepemimpinan dan ketepatan strategi produk akan menjadi penentu hidup-mati fase pertumbuhan Infinix selanjutnya di Negeri Anak Benua tersebut.