Menkop Ingin Koperasi Desa Himpun Minyak Jelantah, Buat Apa?

BeritaLokal, Jakarta – Menpora Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya koperasi desa dan kelurahan dalam mendorong ekonomi hijau, dengan fokus pada pengumpulan minyak jelantah untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Minyak bekas tersebut nanti akan diolah menjadi bahan baku bioavtur, yakni bahan bakar penerbangan berbasis sumber energi terbarukan.

Selain itu, Ferry menekankan bahwa koperasi menjadi wadah penting dalam mewujudkan ekonomi hijau yang tidak hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam aktivitas usaha berkelanjutan. Ia menyebutkan, sekarang masyarakat masih kurang terlibat dalam kegiatan ekonomi yang bersifat lingkungan, sehingga manfaat ekonomi hijau belum dirasakan secara luas.

Kementerian Koperasi memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengembangkan program pengelolaan minyak jelantah melalui jaringan koperasi. Salah satu contohnya adalah pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi desa dan kelurahan, yang nanti akan dibeli oleh Pertamina Patra Niaga untuk diolah menjadi bioavtur. Ferry mengatakan, tambahan anggaran sebesar Rp1.34 triliun untuk tahun 2027 diperlukan untuk mendukung operasionalisasi program 80 ribu Kopdes Merah Putih.

Pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Menkop menyampaikan pagu anggaran 2027 sebesar Rp542,89 miliar, yang akan ditambahkan sebesar Rp1.34 triliun, membuat total pagu menjadi Rp1.88 triliun. Ia berharap Komisi VI DPR dapat mendukung usulan tersebut karena tantangan dan luasnya cakupan program yang diamanatkan kepada Kementerian Koperasi.

Anggaran tambahan akan digunakan untuk dua agenda utama: operasionalisasi organisasi dan penguatan koperasi. Dalam hal ini, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi mengusulkan anggaran terbesar sebesar Rp277,4 miliar untuk fasilitasi pemetaan potensi usaha, pendampingan produksi, serta pengembangan jaringan usaha berbasis klaster.

Sementara itu, penguatan koperasi mencakup dukungan program prioritas nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengawasan koperasi agar lebih efektif dalam mendorong ekonomi hijau.

error: Content is protected !!