BeritaLokal, Jakarta – Selain mengumumkan perubahan strategi produk, Google juga menutup produksi dua perangkat klasiknya yang telah menjadi jati diri pengguna selama lebih dari lima tahun: Nest Mini dan Nest Audio. Keputusan ini memperkuat tren perusahaan untuk fokus pada teknologi generasi baru, terutama dalam integrasi AI Gemini, yang mengarahkan penyerapan sumber daya ke produk kelas atas.
Perubahan ini menandai akhir era perangkat yang telah mendukung ekosistem Google Home dan Google Assistant, meskipun perangkat lama tetap dijaga untuk tetap berfungsi dengan pembaruan software berkala, amanat digital, serta layanan pelanggan. Kepastian ini menjamin pengguna tak perlu khawatir dengan keadaan perangkat yang sudah ada.
Perusahaan mengatakan bahwa harga baru Google Home generasi terbaru (USD 100 atau Rp 1,6 juta) lebih tinggi dibandingkan Nest Audio yang telah dihentikan produksi. Namun, Nest Mini, yang sebelumnya harganya USD 50 atau Rp 800 ribuan, sering dijual dengan diskon yang signifikan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa perangkat baru memerlukan investasi lebih besar bagi pengguna yang ingin berpindah ke versi terbaru.
Google juga menyebutkan bahwa penekanan pada produk generasi terbaru adalah strategi untuk mendukung evolusi teknologi AI, sehingga perangkat lama tidak lagi menjadi prioritas. Meski demikian, koneksi antara perangkat lama dan baru tetap dijaga melalui fitur integrasi yang tersedia.
Keputusan ini mencerminkan kebijakan Google untuk mengeksplorasi potensi teknologi AI secara menyeluruh, meskipun mengakhiri era perangkat yang telah menjadi tulang punggung kehidupan sehari-hari bagi banyak pengguna.