BeritaLokal, Banda Aceh – Harga emas 24 karat di toko perhiasan lokal Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi tergolong stagnan pada Sabtu (20/6/2026), meskipun kinerja pasar global mengalami penurunan. Dampak dari tekanan dolar AS yang kuat dan kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (the Fed) memengaruhi permintaan emas batangan, terutama di pasar lokal.
Selain itu, harga emas di Antam turun Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.668.000 per gram, sementara harga buybacknya merosot Rp 7.000 menjadi Rp 2.401.000 per gram. Perusahaan ini mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1) dengan harga emas 3 gram mencapai Rp 3.168.000, sementara harga buyback tercatat di level Rp 2.989.000. Di Pegadaian, harga emas UBS turun Rp 49.000 menjadi Rp 2.668.000 per gram, sedangkan harga emas Galeri24 lebih murah sebesar Rp 48.000 menjadi Rp 2.655.000 per gram. Hartadinata Abadi menampilkan harga emas 1 gram seharga Rp 2.520.000, 2 gram Rp 5.000, 5 gram Rp 12.420.000, dan seterusnya hingga 1.000 gram yang mencapai Rp 2.456.000.
Sementara itu, harga emas berjangka AS terus mengalami penurunan sejak keputusan Fed mempertahankan suku bunga tetap dalam pertemuan kebijakan perdana ketua the Fed Kevin Warsh. Peningkatan tekanan inflasi dari perang Iran dan sinyal hawkish Bank of England turut berdampak pada kinerja pasar emas. Menurut analis KCM Trade, Tim Waterer, penekanan pada suku bunga tinggi membuat emas kurang menarik investor karena tidak menghasilkan bunga.
Perkembangan ini menyebabkan permintaan emas batangan di pasar lokal tetap stabil meski harga emas 24 karat terlihat stagnan. Para pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember, menggeser prediksi sebelumnya 61% menjadi 87%. Kinerja pasar emas tetap dipengaruhi oleh dinamika global dan kebijakan moneter nasional.