Mati Listrik di Sejumlah Daerah Jawa, PLN Minta Maaf

BeritaLokal, Jakarta – PT PLN (Persero) terus mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik setelah dua unit pembangkit besar mengalami gangguan operasional, memicu keterbatasan pasokan di sejumlah wilayah Jawa. Pemadaman listrik yang terjadi pada beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius, terutama di daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, dimana aktivitas masyarakat terganggu karena pemadaman berlangsung antara dua hingga lima jam sehari. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, sementara sistem kelistrikan Jawa masih dalam kondisi terkendali.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN sedang melakukan perencanaan operasional untuk memastikan keseimbangan pasokan listrik. “Sistem kelistrikan Jawa masih beroperasi dalam kondisi terkendali, tetapi untuk menjaga keandalan, kami menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah,” kata Gregorius, menekankan bahwa langkah ini sementara dan akan dihentikan setelah pemulihan proses pembangkit berjalan normal.

Pemadaman listrik terjadi karena gangguan teknis pada dua unit PLTU Paiton, yang memengaruhi kapasitas sistem. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan pasokan di sejumlah daerah Jawa Timur (Jatim), termasuk Surabaya dan Sidoarjo. “Manajemen beban ini bersifat sementara, dan akan dihentikan secara bertahap sesuai dengan pemulihan pembangkit,” tambah Gregorius.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengingatkan pentingnya percepatan pemulihan pasokan listrik untuk mencegah dampak terhadap kegiatan sektor industri dan masyarakat. PLN terus melakukan mitigasi dengan optimalisasi pembangkit yang beroperasi, pengaturan sistem secara terukur, serta memastikan tim teknis bekerja penuh. “Kami berharap keandalan sistem kelistrikan Jawa bisa kembali optimal,” kata Gregorius.

Pemantauan terus dilakukan PLN untuk memastikan kondisi sistem stabil. Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jatim terjadi pada waktu yang berbeda, dengan durasi antara dua hingga lima jam. Situasi ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam produktif. Sebagai respons, PLN menyiapkan langkah-langkah tambahan untuk memastikan kembali keandalan pasokan.

Dengan percepatan pemulihan yang sedang berlangsung, PLN berharap sistem kelistrikan Jawa dapat kembali optimal, sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri bisa terpenuhi tanpa gangguan berarti. Pemohon maaf dari PLN dianggap sebagai tindakan proaktif untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

error: Content is protected !!