BeritaLokal, Jakarta – Harga kripto terbesar di pasar global menguat pada Minggu (21/6/2026) dengan beberapa aset menembus level tertinggi dalam sepekan terakhir. Data dari Coinmarketcap.com menunjukkan tren ini terjadi meskipun harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami kenaikan yang lebih modest.
Bitcoin, yang selama sepekan terakhir turun 0,42%, kini berada di level US$ 64.229 atau Rp 1,14 miliar, sementara Ethereum naik 3,22% menjadi US$ 1.735,49 atau Rp 30,91 juta. Peningkatan harga kripto ini disebabkan oleh permintaan kuat terhadap aset digital yang dipandu oleh tren teknologi dan kekhawatiran tentang inflasi global.
Selain itu, harga stablecoin USDT melemah 0,06% menjadi USD 0,9988, sementara BNB (BNB) naik 1,09% hingga US$ 586,90. Harga USDC dan XRP juga mengalami kenaikan minoritas. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap aset digital yang memiliki nilai pasar kuat.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar kripto meningkat 0,84% menjadi US$ 2,2 triliun atau Rp 39.201 triliun. Perusahaan fintech Italia, Conio, mendapat lisensi layanan kripto di Italia pada Kamis (18/6/2026), yang akan memungkinkannya menawarkan penyimpanan, transfer, dan penempatan aset digital sesuai aturan Uni Eropa.
Di bawah ini adalah perayaan keberhasilan konsep MiCA (Market Infrastructure Regulation) yang diterapkan Italia pada 15 Juli 2024. Peraturan ini memprioritaskan token uang elektronik (EMT) dan referensi aset (ART), dengan tujuan mendorong inovasi dan melindungi konsumen. Konsep ini memberikan wacana baru bagi pengembangan ekosistem kripto di wilayah Eropa.
Sementara itu, pemerintah Italia menghadapi tantangan dalam memastikan regulasi yang efektif untuk aset digital. Perusahaan Conio menargetkan investor ritel, bank, dan perusahaan fintech yang ingin berpartisipasi dalam proyek blockchain dan tokenisasi. CEO Conio, Christian Miccoli, menjelaskan bahwa lisensi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar kripto.
Tren ini mencerminkan dinamika global kripto yang terus berubah. Dengan kebijakan reguler dan inovasi teknologi, aset digital semakin menarik minat investor internasional. Namun, tantangan regulasi dan stabilitas pasar tetap menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem kripto di masa depan.
BeritaLokal, Jakarta, Harga kripto terbesar di pasar global menguat pada Minggu (21/6/2026) dengan beberapa aset menembus level tertinggi dalam sepekan terakhir. Data dari Coinmarketcap.com menunjukkan tren ini terjadi meskipun harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami kenaikan yang lebih modest.
Harga Kripto Tren Naik di Pasar Global
Bitcoin, yang selama sepekan terakhir turun 0,42%, kini berada di level US$ 64.229 atau Rp 1,14 miliar, sementara Ethereum naik 3,22% menjadi US$ 1.735,49 atau Rp 30,91 juta. Peningkatan harga kripto ini disebabkan oleh permintaan kuat terhadap aset digital yang dipandu oleh tren teknologi dan kekhawatiran tentang inflasi global.
Peningkatan Harga Stablecoin dan Aset Digital
Selain itu, harga stablecoin USDT melemah 0,06% menjadi USD 0,9988, sementara BNB (BNB) naik 1,09% hingga US$ 586,90. Harga USDC dan XRP juga mengalami kenaikan minoritas. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap aset digital yang memiliki nilai pasar kuat.
Lisensi Kripto di Italia: Langkah Penting untuk Regulasi
Di sisi lain, perusahaan fintech Italia, Conio, mendapat lisensi layanan kripto di Italia pada Kamis (18/6/2026), yang akan memungkinkannya menawarkan penyimpanan, transfer, dan penempatan aset digital sesuai aturan Uni Eropa. Lisensi ini diperoleh setelah peninjauan oleh Consob dan Bank of Italy.
MiCA: Peraturan Baru untuk Kripto di Eropa
Di bawah ini adalah perayaan keberhasilan konsep MiCA (Market Infrastructure Regulation) yang diterapkan Italia pada 15 Juli 2024. Peraturan ini memprioritaskan token uang elektronik (EMT) dan referensi aset (ART), dengan tujuan mendorong inovasi dan melindungi konsumen. Konsep ini memberikan wacana baru bagi pengembangan ekosistem kripto di wilayah Eropa.
Perusahaan Fintech Italia Berkomitmen pada Kripto
Sementara itu, pemerintah Italia menghadapi tantangan dalam memastikan regulasi yang efektif untuk aset digital. Perusahaan Conio menargetkan investor ritel, bank, dan perusahaan fintech yang ingin berpartisipasi dalam proyek blockchain dan tokenisasi. CEO Conio, Christian Miccoli, menjelaskan bahwa lisensi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi perusahaan di pasar kripto.
Tren Global Kripto: Dinamika dan Tantangan
Tren ini mencerminkan dinamika global kripto yang terus berubah. Dengan kebijakan reguler dan inovasi teknologi, aset digital semakin menarik minat investor internasional. Namun, tantangan regulasi dan stabilitas pasar tetap menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem kripto di masa depan.