BeritaLokal, Jakarta – Pusat kekayaan global terus berkembang: New York tetap di posisi pertama dengan 146 miliarder
Berdasarkan daftar Hurun Global Rich List 2026, kota New York tetap memegang peringkat tertinggi sebagai kota dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia. Posisi ini bertahan meski jaraknya mulai mengejar kota-kota pesaing seperti Shenzhen, Shanghai, dan London. Data yang dirangkum oleh Visual Capitalist menunjukkan New York mengandalkan 146 miliarder, jumlah terbanyak sejak 20 Juni hingga 15 Januari 2026.
Dalam urutan kedua adalah Shenzhen, China dengan 132 miliarder, sementara Shanghai berada di posisi ketiga dengan 120 miliarder. Beijing mengikuti di peringkat keempat dengan 107 miliarder. Dominasi New York disebabkan oleh Wall Street sebagai pusat keuangan global, serta ekosistem bisnis teknologi, properti, dan private equity yang kuat.
Di posisi kelima adalah London, yang menggantikan peran Eropa dalam menembus lima besar miliarder dunia. Pergerakan kekayaan global mulai bergeser dari AS dan Eropa ke Asia, dengan kota-kota seperti Shenzhen dan Shanghai terus mencetak miliarder baru setiap tahunnya.
Selain itu, lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz melonjak setelah AS dan Iran memulai jalur laut kembali, meningkatkan jumlah kapal yang melintasi selat tersebut. Sementara itu, rupiah diprediksi kembali melemah hingga mencapai level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.
BeritaLokal, New York
Kota dengan miliarder terbanyak tetap diunggulkan: Wall Street dan ekosistem bisnis global
New York konsisten menduduki peringkat pertama dalam daftar kota dengan jumlah miliarder terbanyak dunia, meski jaraknya mulai mengejar kota-kota pesaing seperti Shenzhen, Shanghai, dan London. Data dari Hurun Global Rich List 2026 menunjukkan New York memiliki 146 miliarder, angka yang menciptakan konsentrasi kekayaan global terbesar di dunia.
Posisi kedua ditempati Shenzhen, China dengan 132 miliarder, sementara Shanghai berada di urutan ketiga dengan 120 miliarder. Beijing mengikuti di peringkat keempat dengan 107 miliarder. Dominasi New York disebabkan oleh Wall Street sebagai pusat keuangan global, serta ekosistem bisnis teknologi, properti, dan private equity yang kuat.
Di posisi kelima adalah London, kota satu-satunya di Eropa yang berhasil menembus lima besar dalam daftar ini. Pergerakan kekayaan global mulai bergeser dari AS dan Eropa ke Asia, dengan kota-kota seperti Shenzhen dan Shanghai terus mencetak miliarder baru setiap tahunnya.