Kelakar Pramono Anung Soal Rute Transjabodetabek, Ada dari Singapura ke Blok M

Rute Transjabodetabek kini semakin banyak yang terhubung ke kawasan Blok M.

PerbesarGubernur DKI Jakarta Pramono Anung, berkelakar mengenai semakin banyaknya rute Transjabodetabek yang terhubung ke kawasan Blok M. (Foto: Istimewa).

, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, berkelakar mengenai semakin banyaknya rute Transjabodetabek yang terhubung ke kawasan Blok M. Candaan itu muncul seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga.

Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta mulai membuka sejumlah koridor Transjabodetabek, antara lain rute Bogor-Blok M, Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M, hingga Bandara Soekarno-Hatta-Blok M.

Banyaknya rute yang bermuara ke kawasan tersebut kemudian memunculkan candaan di tengah masyarakat.

“Sampai orang bercanda, dari Surabaya ke Blok M, Bandung ke Blok M, Singapura ke Blok M. Sekarang sudah menjadi negara Blok M,” ujar Pramono disambut tawa hadirin, di Menara Astra, Jumat (5/6/2026).

Di balik candaan tersebut, Pramono menilai perluasan jaringan transportasi umum telah memberikan dampak nyata terhadap perubahan pola mobilitas masyarakat.

Ia mencontohkan rute PIK 2-Blok M yang awalnya hanya ditargetkan melayani sekitar 2.000 penumpang per hari. Namun, jumlah pengguna kini telah meningkat hingga sekitar 8.000 orang per hari.

Hal serupa terjadi pada rute Bogor-Blok M. Awalnya layanan tersebut dioperasikan dengan sekitar 14 armada dan ditargetkan melayani 1.500 hingga 1.800 penumpang per hari. Kini jumlah pengguna telah mendekati 10.000 orang per hari.

Menurut Pramono, peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat semakin menerima transportasi umum sebagai alternatif perjalanan sehari-hari.

“Artinya apa yang kami buka ini secara signifikan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya. 

Pemprov Jakarta Akan Naikkan Tarif Transjakarta

PerbesarPenumpang menunggu bus Transjakarta di halte Tosari, MH Thamrin, Jakarta, Kamis (26/7). Jumlah penumpang Transjakarta dari 790 ribu menjadi 877 ribu sejak diberlakukannya sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang kenaikan tarif Transjakarta. Menurut dia, tarif yang berlaku saat ini masih sangat rendah dibandingkan biaya perjalanan yang dinikmati masyarakat.

Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi Jakarta selama ini tetap mempertahankan tarif Transjakarta sebesar Rp 2.000 sebelum pukul 06.00 WIB dan Rp 3.500 setelah pukul 06.00 WIB. Namun, skema tersebut dinilai tidak dapat dipertahankan selamanya.

“Kita pasti bertahan dengan angka Rp 2.000 dan Rp 3.500, tetapi pasti akan kami naikkan. Tidak mungkin tidak dalam waktu dekat ini,” kata Pramono di Menara Astra, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, tarif angkutan umum di Jakarta saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi lainnya. Sebagai contoh, perjalanan dari kawasan Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan taksi dapat mencapai sekitar Rp 200.000, sementara menggunakan layanan transportasi daring atau bus bandara berkisar Rp 80.000.

 

Tarif Lebih Rendah

Meski demikian, masyarakat masih dapat menikmati layanan Transjakarta dengan tarif yang jauh lebih rendah berkat dukungan subsidi dari pemerintah daerah.

“Tentunya orang banyak berebut untuk itu bahkan dari Blok M ke bandara,” ucapnya

Pramono menjelaskan, peningkatan penggunaan transportasi umum menjadi salah satu alasan penting untuk menata kembali skema tarif. Saat ini, konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai 93%, tetapi jumlah pengguna rutin masih berada di bawah 30%.

Mayoritas komuter dari kawasan penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, dan Bogor masih mengandalkan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum dari area park and ride di sekitar Jakarta.



error: Content is protected !!