beritalokal.my.id, Jakarta – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatat pertumbuhan kinerja yang positif pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 766,53 miliar, meningkat 11,8% dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp 685,46 miliar.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan neto, laba bruto Perseroan tumbuh 6,9% menjadi Rp 192,8 miliar, didorong oleh efisiensi manufaktur dan peningkatan produktivitas yang mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga pasar.
Di sisi lain, profitabilitas, Perseroan juga menunjukkan performayang semakin solid dengan mencatat pertumbuhan nilai EBITDA sebesar 30% dibandingkan kuartal I 2025. Kenaikan nilai ini turut diiringi dengan peningkatan margin EBITDA yang mencapai 9,5% dari sebelumnya 8,2% pada periode yang sama tahun 2025.
Tren positif ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi bisnis yang dijalankan Perseroan. Peningkatan kinerja keuangan tersebut didongkrak secara signifikan oleh penguatan portofolioproduk farmasi, optimalisasi jaringan distribusi, serta kontribusiyang semakin kuat dari lini bisnis kesehatan terintegrasi PYFA.
Tidak berhenti pada ekspansi Lini Produksi 3 pada anak Perseroan PT Ethica Industri Farmasi, kini PYFA tengah mempersiapkan pembangunan Lini Produksi 4 dan Lini Produksi 5 yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional.
Ke depan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentumpertumbuhanmelalui kombinasi strategi inovasi produk yang berlisensi tinggi dan fokus pada therapeutic area, ekspansi kapasitas manufaktur, penguatan jaringan layanan kesehatan, serta pengembangan portofolio bisnis yang berfokus pada segmen dengan potensi pertumbuhantinggi.
PYFA Bakal Terbitkan Saham Baru Maksimal 5,7 Miliar Lembar
PerbesarPengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Sebelumnya, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau right issue setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada April 2026.
Persetujuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Perseroan untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi, seiring dengan upaya meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Mengutip prospektus ringkas, Perseroan berencana menerbitkan saham baru dalam jumlah maksimal 5,7 miliar lembar dengan nilai nominal Rp100 per saham, disertai penerbitan waran sesuai ketentuan yang berlaku.
Dana yang diperoleh akan digunakan secara terukur oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan potensi akuisisi dalam rangka mendukung pengembangan usaha Perseroan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mempercepat ekspansi dan memperkuat posisi dalam ekosistem industrikesehatan yang terintegrasi.
“Tentunya, dengan persetujuan yang kami dapatkan, kami akan berfokus untuk melengkapi ekosistem kami. Perseroan melihat bahwa sebagai perusahaan farmasi, memberikan produk dan layanan kesehatan terbaik dengan teknologi mutakhir bagi masyarakat adalah bentuk kewajiban dan tanggung jawab kami.” ungkap Sinta L. Ningsih, DirekturPYFA.
Beri Nilai Tambah
PerbesarIHSG melemah sejak awal perdagangan yang dibuka pada level 8.027,82. Berdasarkan data RTI, Kamis (29/1/2026), IHSG sore turun 88,354 poin atau setara 1,06 persen ke posisi 8.232,201. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)
Selain penerbitan saham baru, Perseroan juga menyertakan waran sebagai bagian dari struktur aksi korporasi tersebut. Jumlah waran yang ditawarkan maksimal sebesar 35% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat penyampaian pernyataan pendaftaran kepada OJK.
Penerbitan waran ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham yang melaksanakan haknya, sekaligus membuka potensi tambahan permodalan bagi Perseroan di masa mendatang melalui konversi waran.
Perseroan menargetkan proses right issue berjalan secara bertahap mulai dari persetujuan pemegang saham pada April 2026 hingga perolehan pernyataan efektif dari OJK pada akhir Juni 2026. Selanjutnya, periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dengan keseluruhan rangkaian aksi korporasi ditargetkanselesai pada kuartal III 2026.
Ke depan, Perseroan akan terus mengedepankan strategi pertumbuhan yang adaptif dan terukur, dengan fokus pada optimalisasi portofolio bisnis melalui akuisisi, penguatan fundamental operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
