Jaringan Sui Down Lagi, Pengguna Merugi Jutaan Dolar

BeritaLokal, Jakarta – Jaringan blockchain Sui kembali mengalami gangguan jaringan (outage) pada hari ini, Minggu (30/5/2026), menyebabkan kerugian jutaan dolar bagi pengguna berbagai protokol yang berjalan di atas ekosistem Sui. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran terkait stabilitas jaringan dan dampaknya terhadap sektor DeFi.

Tim Sui mengumumkan gangguan pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 14.19 CET. Hingga saat ini, masalah tersebut belum berhasil diperbaiki. Dalam pernyataan resmi, tim menyebut jaringan utama (mainnet) sedang mengalami network stall, kondisi yang membuat aktivitas jaringan terhenti sementara. Tim inti Sui sedang melakukan investigasi aktif untuk menemukan penyebabnya.

“Mainnet Sui saat ini sedang mengalami gangguan jaringan. Aktivitas jaringan mungkin akan terhenti sementara. Tim Inti Sui sedang melakukan investigasi secara aktif. Pembaruan informasi dan hasil evaluasi insiden akan dibagikan segera setelah tersedia,” kata tim Sui, dikutip dari CoinMarketCap.

Insiden ini berlangsung hanya beberapa jam setelah gangguan serupa sehari sebelumnya, saat Sui juga mengumumkan network stall dan meminta pengguna bersiap karena transaksi di jaringan akan dihentikan sementara. Gangguan pada hari sebelumnya berlangsung selama hampir enam jam, tepatnya 5 jam 55 menit, sebelum akhirnya berhasil dipulihkan oleh tim teknis.

Menurut penjelasan resmi, outage ini disebabkan oleh bug yang menyebabkan crash pada logika perhitungan biaya transaksi (gas charging logic) melalui pembaruan versi 1.72. Gangguan tersebut berdampak pada ribuan pengguna dan sejumlah protokol populer di ekosistem Sui, termasuk NAVI, Panzerdogs, Cetus, serta aktivitas stablecoin USDC.

Pendiri Sui, Adeniyi Abiodun, mengungkapkan bahwa timnya sedang mengembangkan sistem agar seluruh transaksi stablecoin di jaringan dapat menjadi privat secara default. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada tim teknis yang berhasil memulihkan jaringan dalam waktu singkat.

Sebaliknya, komunitas kripto mengkritik Sui karena gangguan berulang yang dinilai merugikan pengguna. Saat jaringan berhenti beroperasi, trader dengan posisi terbuka di berbagai protokol berbasis Sui tidak dapat menutup transaksi mereka, berpotensi memicu likuidasi otomatis dan kerugian besar.

Bukan hal baru bagi Sui. Gangguan jaringan sebelumnya terjadi pada Januari 2026, ketika jaringan mengalami outage selama 5 jam 52 menit karena perbedaan konsensus validator yang menyebabkan lebih dari USD 1 miliar aset dijaringan tidak dapat diakses. Dampak ekonomi terkait volume perdagangan DeFi dalam ekosistem Sui turun dari USD 76,4 juta menjadi USD 48,4 juta setelah gangguan tersebut.

Pendapatan protokol (protocol revenue) juga merosot 39,8% menjadi USD 22.502. Komunitas kripto kembali mengkritik Sui karena gangguan berulang yang dinilai merugikan pengguna, meski token SUI masih mampu bertahan dari tekanan pasar dalam 24 jam terakhir dengan penurunan harga sekitar 2%.

Sementara itu, tim Sui menekankan bahwa proses pengembangan yang cepat memang tidak lepas dari tantangan. Pembaruan versi 1.72 dirancang untuk mengatasi masalah gas charging logic, tetapi masih ada beberapa perbaikan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kondisi ini memicu pertanyaan terkait kewaspadaan pengguna terhadap jaringan Sui, dengan banyak pihak mengingatkan pentingnya pemantauan aktivitas jaringan dan perhatian terhadap keamanan transaksi. Dalam rangka mencegah dampak serupa di masa depan, tim teknis Sui berkomitmen untuk meningkatkan redundansi sistem dan melakukan pengecekan berkala.

Beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Artikel Terkait

0