Iran Ancam Tutup Selat Bab al

Mengapa Selat Bab al-Mandab ini bagi penting bagi Iran dan Israel?

PerbesarSebuah kapal kontainer terlihat di Selat Hormuz di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, Sabtu, 18 April 2026. (AP Photo/Asghar Besharati)

, Teheran – Iran mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, jika Israel meningkatkan serangan militernya terhadap Teheran dan sekutunya di kawasan.

Ancaman tersebut disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, Ali Velayati, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel menyatakan akan memberikan respons “kuat” atas serangan rudal Iran ke wilayahnya.

Menurut laporan media pemerintah Iran yang dikutip CNN, Minggu (8/6), Velayati memperingatkan bahwa Teheran memiliki opsi untuk mengganggu lalu lintas di Selat Bab al-Mandab apabila konflik terus meningkat.

“Situasi keamanan saat ini di Bab al-Mandab seharusnya tidak membuat musuh salah perhitungan,” kata Velayati kepada saluran televisi Press TV.

Ia juga memperingatkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik memiliki dua pilihan, yakni menghentikan eskalasi atau menghadapi langkah balasan yang lebih luas dari Iran.

Selat Bab al-Mandab terletak di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea. Jalur sempit tersebut merupakan salah satu koridor maritim paling strategis di dunia karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi rute utama perdagangan antara Eropa, Asia, serta negara-negara Arab.

Ancaman Iran muncul setelah Israel berjanji memberikan respons terhadap rentetan rudal yang diluncurkan Teheran. Serangan itu merupakan yang pertama sejak gencatan senjata pada awal April lalu dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Pengamat menilai Iran dapat memanfaatkan pengaruhnya terhadap kelompok Houthi di Yaman untuk meningkatkan tekanan terhadap lalu lintas pelayaran di Bab al-Mandab. Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya berpotensi dirasakan oleh perdagangan global, termasuk distribusi energi dan barang yang melintasi Laut Merah.

Sejak pecahnya konflik di kawasan, jalur pelayaran di sekitar Laut Merah telah menjadi salah satu titik rawan yang memengaruhi rantai pasok internasional dan biaya pengiriman global.




Pentas Bola Dunia 2026

  • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan3 menit yang lalu
  • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit12 menit yang lalu
  • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik17 menit yang lalu
  • Timnas Prancis dan Misi ‘Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 202623 menit yang lalu
  • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 202631 menit yang lalu
  • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 202646 menit yang lalu
  • Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane47 menit yang lalu
  • Daftar Skuad Termahal Piala Dunia 2026: Prancis Teratas, Disusul Inggris dan Spanyol49 menit yang lalu
  • Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA51 menit yang lalu
  • Thomas Tuchel Kritik Performa Inggris: Soroti Masalah Taktik Menjelang Piala Dunia 202652 menit yang lalu
  • Piala Dunia 2026: Harry Kane Jadi Tumpuan Inggris, Mampukah Akhiri Penantian 60 Tahun?1 jam yang lalu
  • Declan Rice Resmi Jadi Wakil Kapten di Timnas Inggris di Piala Dunia 20261 jam yang lalu

Lihat Selengkapnya

error: Content is protected !!