BeritaLokal, Jakarta – BeritaLokal, Jakarta, 11 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada sesi pertama perdagangan saham, Kamis, dengan menurun 1,91% ke level 5.789,39. Penurunan ini terjadi seiring tekanan dari data inflasi Amerika Serikat (US) dan gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memperkuat ketidakstabilan pasar global.
Selain itu, kinerja saham LQ45 turun 1,85% menjadi 578,59. Sementara sektor saham basic melemah 6,27%, energi terpangkas 3,17%, dan industri turun 2,84%. Sektor consumer nonsiklikal mengalami koreksi 1,19%, sementara consumer siklikal susut 1,69% dan sektor keuangan merosot 0,15%.
Analyst PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menuturkan bahwa tekanan IHSG terjadi karena rilis data inflasi US Mei 2026 mencapai 4,2% YoY dari 3,8% pada April. Hal ini meningkatkan risiko investor mengantisipasi kebijakan hawkish Federal Reserve (the Fed) untuk menahan suku bunga acuan.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali berdampak pada harga minyak dunia, yang naik dari level sebelumnya. Dari pasar global dan regional Asia, mayoritas saham terkoreksi karena tekanan sentimen tersebut. Sementara itu, aksi ambil untung mungkin terjadi setelah dua hari penguatan signifikan.
Di sesi pertama, IHSG bergerak antar level 6.010,48 dan 5.788,95, dengan 500 saham melemah dan 185 saham menguat. Volume perdagangan mencapai 22,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.951.
Sektor saham properti turun 1,17%, teknologi tergelincir 0,05%, infrastruktur melemah 2,45%, dan transportasi terpangkas 2,94%. Di sisi lain, saham TLKM naik 3,56% menjadi Rp 2.910, ISAT menguat 1,93% menjadi Rp 1.850, MEDC naik 1,67% hingga Rp 1.215, UNVR melompat 1,25% ke Rp 1.620, dan ASII mengalami kenaikan 0,85% ke Rp 4.740.
Sementara saham HRTA melemah 14,18% menjadi Rp 1.785, CUAN terperosok 11,64% hingga Rp 645, BRPT turun 9,66% ke Rp 1.590, dan INCO susut 6,59% menjadi Rp 4.250.