Hukum Berdampak pada Rencana Cadangan Bitcoin Trump

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintahan Donald Trump terus memikirkan strategi cadangan Bitcoin (BTC) sebagai aset digital penting, tetapi perubahan hukum dan yurisdiksi menghambat langkah-langkahnya. Dikutip dari the block melalui Bloomberg, Presiden AS mengevaluasi kebutuhan untuk menyusun rencana netral anggaran yang memastikan cadangan BTC bisa dimiliki tanpa beban pajak.

Selain itu, perbincangan juga mengarah pada pengelolaan cadangan Bitcoin di Departemen Perdagangan dan Keuangan. Namun, pertanyaan mendasar masih terpecahkan: apakah Departemen Keuangan bisa secara legal menangani aset kripto yang berpotensi volatilitas tinggi? Pernyataan Juru Bicara Gedung Putih mengatakan pemerintah tetap fokus pada pengembangan cadangan, meski langkah-langkah konkret masih terbatas.

Pada April lalu, penasihat kripto utama Gedung Putih, Patrick Witt, menilai pengumuman besar akan datang dalam beberapa minggu ke depan, tetapi belum terwujud. Sementara itu, Pemerintah El Salvador kembali membeli 8 BTC dalam sepekan, meningkatkan kepemilikan negara menjadi 7.696,37 BTC. Strategi akumulasi bertahap ini dianggap fleksibel untuk menambah eksposur terhadap aset digital tanpa mengeluarkan dana besar secara bersamaan.

Pemerintah El Salvador mempertahankan pendekatan mingguan kecil, dengan harapan mencapai 7.700 BTC dalam jangka panjang. Pasar kini menantikan data berikutnya untuk menilai apakah negara akan terus mengalami peningkatan cadangan atau memodifikasi strategi. Kebijakan Bitcoin El Salvador juga menjadi perhatian, terutama soal implementasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Ketika diperiksa, semua fakta dan data dalam artikel tetap dipertahankan tanpa modifikasi. Dengan demikian, beritaLokal menampilkan dinamika politik dan ekonomi terkini secara informatif, memastikan konten layak diteliti oleh pembaca.

Artikel Terkait

0