[BeritaLokal], Jakarta – Dalam film Warkop DKI Viralin Dong, yang tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026, Desta berhasil membangkitkan nostalgia dan emosi mendalam sebagai tokoh utama Dono, seorang ikon komedi Indonesia yang telah menjadi simbol kebanggaan generasi muda dan tua. Performa Desta bukan sekadar akting, melainkan persembahan totalitas yang dibuat dengan penuh cinta, dedikasi, dan ketahanan fisik yang luar biasa.
Desta, yang juga dikenal sebagai produser kreatif dalam produksi film ini, memilih cara unik untuk mempertahankan keaslian karakter Dono: ia memakai gigi palsu sepanjang waktu, kecuali saat makan. “Saya enggak lepas-lepas gigi. Saya lepas gigi hanya saat makan, sisanya enggak pernah lepas. Karena kalau lepas pakai, lepas pakai lagi, rasanya sakit. Ngilunya terasa. Jadi gue pakai terus kecuali pas makan,” ujar Desta dalam sesi press screening dan gala premiere di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Kesulitan fisik yang dihadapi tidak menghambat konsistensi performa Desta. Bahkan, ia menyebut tidur pun dilakukan dengan gigi palsu. “Ini totalitas apalagi untuk Warkop DKI. Saya menyerahkan hidup gue untuk Warkop karena cinta gue dari kecil untuk Warkop DKI. Cinta banget. Sama Vindes juga. Ha ha ha,” lanjutnya, mengungkapkan bahwa cinta terhadap karya-karya komedi klasik Indonesia telah menjadi dorongan utama di balik setiap pilihan yang ia buat.
Kesuksesan ini bukan sekadar akting. Desta juga secara aktif terlibat dalam proses produksi, mulai dari editing hingga scoring. Ia mengajukan diri sebagai produser kreatif kepada Falcon Pictures, sebuah perusahaan film yang telah menjadi mitra utama dalam pengembangan film ini. Dalam peran tersebut, Desta tidak hanya mengawasi proses kreatif, tetapi juga memastikan bahwa setiap elemen visual, audio, dan naratif tetap sesuai dengan esensi Warkop DKI.
Film ini disutradarai oleh Herwin Novianto, dengan naskah yang diadaptasi dari cerita tiga sineas Thailand, Banjong Pisanthanakun, Chantavit Dhanasevi, dan Thamsatid Charoenrittichai. Lalu, cerita ini dikembangkan oleh Herwin bersama Theo Arnoldy, Dany Beler, dan Daryl Wilson. Desta menyatakan bahwa pengalaman kuliah, serta masa lalu sebagai musisi yang pernah memperkuat Clubeighties dengan lagu “Dari Hati”, menjadi fondasi penting dalam proses kreatifnya.
“Senangnya adalah, semua hal yang aku pelajari selama kuliah, di Vindes, di kehidupan sehari-hari bisa terpakai semua di sini,” tutur Desta. Ia tidak hanya memainkan peran, tetapi juga membangun alur cerita, memilih nuansa, dan menyesuaikan musik yang akan digunakan dalam film.
Namun, Desta juga menyampaikan bahwa tujuannya bukan untuk menduplikasi, melainkan melestarikan. “Susah karena memerankan seorang legend, tapi sekali lagi di mindset saya seperti Pakde Indro bilang, kami melestarikan bukan menduplikasi. Versi Pakde Dono yang selama ini gue kagumi dan hormati, keluar dengan versi yang saya perankan,” imbuh Desta.
Dengan pendekatan ini, Desta bukan hanya memerankan Dono, tetapi juga menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan. Ia mengubah “mindset” dari beban menjadi kehormatan, dari kesulitan menjadi kebanggaan. Dengan gigi palsu yang menyebabkan sariawan, dengan cinta yang tak tergantikan, dan dengan peran yang lebih luas dari sekadar aktor, Desta telah membuktikan bahwa Warkop DKI bukan hanya kenangan, tetapi juga warisan yang hidup di tangan generasi baru.
Artikel Terkait
Pertamina Hulu Energi Peroleh 9 Blok Eksplorasi Baru
26 Juli 2026
Lagu Matematika Anak Bunda Hany Selamatkan Pembelajaran
25 Juli 2026
Pasha Ungu Tolak Film Bersama Putra Karena Tak Ada Keyakinan
25 Juli 2026
Ajil Ditto Akting Bersama Anak Disabilitas di Film Istimewa
25 Juli 2026
Kakao Indonesia Dominasi 50% Pasar Olahan Kakao Asia
24 Juli 2026
Jot & Yuka Bintangi Film Harusnya Horror, Aktingnya Menakjubkan
21 Juli 2026
Galaxy Z Fold8 Jadi Pemangku Rekor Produksi Samsung Terbesar
21 Juli 2026
Nagra Ungkap Metode Akting Tio Pakusadewo pada Setiap Tugas
16 Juli 2026
Memuat komentar...