CEO Take-Two Bantah Anggapan Bahwa Red Dead Online Merupakan Sebuah Kegagalan

BeritaLokal, Jakarta – CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, membantah anggapan bahwa Red Dead Online (RDO) merupakan kegagalan game yang terus mengalami penurunan keterlibatan pemain. Meski game ini sempat melibas harapan setelah update Strange Tales of the West pada 2023, nasib RDO masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dalam wawancara dengan IGN, Zelnick mengungkapkan bahwa RDO memang tidak terlalu didukung sebagaimana GTA Online, meski memiliki nilai finansial yang signifikan.

Zelnick menyebutkan bahwa RDO telah menunjukkan pertumbuhan yang konstan dalam jangka panjang. “Tidak ada satu hal pun dari pencapaian RDO yang terjual 85 juta kopi bisa dianggap sebagai peluang yang terlewatkan,” kata Zelnick, sambil menghela napas. Ia menegaskan bahwa RDO telah bertahan selama tiga tahun sebelum akhirnya ditinggalkan, meski tidak menyentuh angka seperti GTA Online.

Menurut perusahaan, keputusan Rockstar Games untuk fokus pada GTA Online adalah hal yang wajar karena game tersebut terus menghasilkan pendapatan dari bisnis Shark Cards. “RDO memang tidak mendapat dukungan sama sekali seperti GTA Online, tetapi kinerjanya justru lebih menarik,” kata Zelnick. Ia juga menyebut bahwa tim Rockstar sangat bangga dengan RDO dan mengakui kepuasan pribadi terhadap game tersebut.

Namun, pernyataan Zelnick tidak terdengar menyenangkan bagi para pemain yang merasa RDO ditinggalkan terlalu cepat. “Banyak dari mereka merasa game online itu ditinggalkan terlalu cepat demi mengalihkan fokus ke GTA Online,” ujarnya. Perbandingan ini mencerminkan perbedaan antara dua game yang berbeda dalam skala popularitas, penjualan, dan dukungan jangka panjang.

Dalam analisisnya, Zelnick menyebut bahwa RDO memiliki karakteristik unik yang membuatnya tidak secepat GTA Online. “GTA Online kini hampir berusia 13 tahun, sementara RDO hanya dirilis pada akhir 2018 dan ditinggalkan dalam waktu tiga tahun,” kata Zelnick. Ia mengkritik keputusan Rockstar untuk memprioritaskan game yang lebih terukur, seperti GTA Online, karena memiliki potensi ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, perusahaan Take-Two juga menyoroti bahwa RDO tetap memiliki nilai strategis dalam dunia gaming. “RDO bukan sekadar game online, tapi bagian dari cerita yang lebih luas,” kata Zelnick. Ia menegaskan bahwa keputusan Rockstar untuk memprioritaskan GTA Online adalah langkah yang logis dan tidak mengkhawatirkan kinerja RDO.

Dalam kesimpulan, meski RDO mengalami penurunan keterlibatan pemain, CEO Take-Two tetap mengakui bahwa game tersebut memiliki nilai finansial dan eksekutif yang signifikan. Perbandingan antara RDO dan GTA Online menunjukkan perbedaan dalam strategi pemasaran dan dukungan jangka panjang, sehingga keduanya tidak bisa disamakan secara sempurna.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di beritalokal.my.id.

Artikel Terkait

0