Nakamoto Inc Jual Bitcoin Rp 860,40 Miliar

BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan Bitcoin Nakamoto Inc kembali memperkuat posisi keuangan dengan penjualan sejumlah bitcoin (BTC) sebesar Rp 860,40 miliar, menurut laporan terbaru. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi utang dan memperpanjang jangka waktu pinjaman, sambil juga memperkuat fleksibilitas anggaran perusahaan di tengah volatilitas pasar kripto yang terus bergerak tidak stabil.

Dalam transaksi tersebut, Nakamoto Inc menjual sekitar 600 bitcoin dan produk derivatif, menghasilkan pendanaan sebesar US$ 48 juta atau Rp 860,40 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki utang sekitar US$ 45 juta (Rp 806,62 miliar) dan memperpanjang sebagian besar cicilan pinjaman hingga Juni 2027. Kebijakan ini disampaikan oleh Chief Investment Officer Nakamoto, Tyler Evans, yang mengatakan bahwa “volatilitas pasar Bitcoin membutuhkan pendekatan terstruktur dalam menjaga neraca keuangan.”

Selain itu, perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali saham US$ 25 juta atau Rp 448,12 miliar, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah sekitar 17.930. Penjualan Bitcoin ini memperkuat posisi perusahaan dalam mengelola risiko dan menangani tekanan finansial akibat fluktuasi harga kripto.

Pertumbuhan harga Bitcoin yang terus bergerak jebakan, seperti penurunan hingga 21% selama bulan lalu dan turun hingga US$ 60.000 (Rp 1,07 miliar) minggu lalu untuk pertama kali sejak 2024, menjadi faktor utama dalam keputusan Nakamoto Inc. Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan mantan CEO bursa kripto, juga menyebutkan bahwa likuiditas dari modal fiat (dolar AS) yang terkumpul di sektor AI justru memengaruhi dinamika harga Bitcoin.

Dalam wawancara dengan cryptopotato, Hayes mengungkapkan bahwa pergerakan pasar kripto sangat dipengaruhi oleh likuiditas fiat. Namun, ia menyadari faktor penting yang sebelumnya kurang diperhitungkan adalah arah aliran likuiditas tersebut. Pemanfaatan modal di sektor AI, terutama setelah peluncuran ChatGPT pada November 2022, dianggap sebagai awal dari “gelembung besar AI.”

Dalam periode yang sama, Bitcoin berhasil bangkit dari tekanan pasca-runtuhnya bursa kripto FTX. Harga aset digital terbesar dunia itu naik dari US$ 15.000 menjadi US$ 125.000 pada Oktober 2025.

Nakamoto Inc juga mengumumkan perjanjian pinjaman baru dengan Kraken, bursa kripto yang bertindak sebagai pemberi pinjaman. Dalam perjanjian ini, 60 juta USDT akan jatuh tempo pada Desember 2026, sementara sisanya diundur hingga Juni 2027. Suku bunga diturunkan menjadi 7,75% per tahun, dengan syarat pihak perusahaan mempertahankan jaminan minimum 2.000 Bitcoin. Dengan perubahan ini, perusahaan diharapkan mengurangi biaya bunga sekitar US$ 4 juta atau Rp 71,7 miliar.

Pada akhir transaksi, Nakamoto Inc memiliki sekitar 4.467 Bitcoin di neraca keuangan dengan nilai sekitar US$ 284 juta atau Rp 5,09 triliun.

Kebijakan finansial ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi tantangan pasar kripto yang terus berubah. Perusahaan menegaskan bahwa keputusan investasi tetap di tangan pembaca, dengan pemberitahuan bahwa tidak bertanggung jawab atas risiko yang muncul dari aktivitas investasi kripto.

error: Content is protected !!