BeritaLokal, Jakarta – Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, memanggil sejumlah bos bank pelat merah untuk melakukan evaluasi kinerja perbankan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat peran sektor perbankan sebagai penggerak stabilitas keuangan dan aktivitas perekonomian.
Selain itu, pembahasan fokus pada strategi untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan terhadap sektor-sektor produktif, seperti industri manufaktur, infrastruktur, dan usaha mikro, serta tata kelola yang lebih transparan. Dony menekankan bahwa perbankan BUMN harus memperkuat daya saing dan keberlanjutan operasional dalam situasi ekonomi global yang dinamis.
Pertemuan ini juga menyusun rencana penyaluran pembiayaan inklusif, berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi perekonomian. Kinerja positif BUMN, terutama dari sektor perbankan, diharapkan menjadi fondasi penting untuk kestabilan sistem keuangan dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada hari pertama perdagangan, dengan saham-saham BUMN berkontribusi signifikan. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi motor utama naik 210 poin (5%) ke Rp 4.410 per saham, diikuti BMNI dan BBRI yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 5,9% dan 4,21%. Saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi juga memberikan kontribusi positif, dengan TINS naik 7,88% dan ANTM tumbuh 7,72%.
Dony mengapresiasi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. “Kinerja IHSG yang menguat mencerminkan kinerja BUMN yang saat ini dalam posisi terbaik,” kata dia. Penguatan rupiah dan IHSG dianggap sebagai indikator positif bagi dinamika ekonomi nasional.
Pembahasan dalam rapat meliputi peningkatan kapasitas pembiayaan, penguatan tata kelola, serta strategi adaptasi terhadap perubahan kebijakan ekonomi. Dony menegaskan komitmen BP BUMN untuk menjaga kesehatan dan profesionalisme perbankan dalam menghadapi dinamika global dan domestik.
Keterlibatan pemegang saham, dewan komisaris, dan manajemen diharapkan memperkuat fungsi intermediasi perbankan. Dony menekankan sinergi yang kuat antara semua pihak sebagai fondasi untuk pencapaian target pembangunan nasional.