BeritaLokal, Jakarta – Gege Tiwa Rilis Lagu “Menanti” sebagai Refleksi Kehidupan Emosional
Tiga tahun mengabdi di industri musik Indonesia, Gege Tiwa terus berkarya dengan konsistensi. Lagu keempatnya, “Menanti” (produksi Romano), merayakan penyesalan, kehilangan, dan harapan yang masih tersisa meski kesempatan untuk kembali tak lagi ada. Lirik lagu ini mengisahkan cerita tentang rasa sakit akibat ego dan kesalahan masa lalu, serta harapan untuk melupakan masa lalu dengan lebih tajam.
Selain menjadi single keempatnya, “Menanti” juga dianggap sebagai pengingat bahwa setiap penyesalan memiliki pelajaran yang bisa dipetik. Gege Tiwa, penyanyi bernama asli Nataniel Buanegris Tiwa, menjelaskan bahwa lagu ini dirancang untuk menggambarkan pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. “Saya ingin lagu ini menjadi teman bagi mereka yang sedang menghadapi fase serupa,” ujarnya di Jakarta, awal pekan ini.
Video klip lagu telah rilis di YouTube sejak 9 Juni 2026. Lirik “Menanti” ditulis oleh Romano dan dibuat dengan aransemen yang menyentuh, menggambarkan perasaan kritis terhadap keputusan masa lalu dan harapan untuk melupakan masa lalu. Pemenang Best Artist di Indonesia 2024 ini juga menemani produksi lagu tersebut, memperkuat kesan bahwa karya ini berasal dari hati yang jujur dan personal.
Jujur, Personal, dan Dekat
Gege Tiwa terkenal sebagai singer songwriter di Tanah Air, dengan konsistensi dalam berkarya. Kini, melalui “Menanti”, ia menggambarkan keberanian untuk menunjukkan karyanya yang jujur, personal, dan dekat dengan realitas hidup. Video klip lagu ini diunggah secara resmi, mencerminkan semangatnya dalam membagikan cerita yang penuh arti.
Di Balik Penyesalan, Ada Pelajaran
“Single ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan menjadi pengingat bahwa di balik setiap penyesalan, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik,” kata Gege Tiwa. Pengalaman di industri musik telah membantunya memahami makna kepergian orang tercinta akibat ego dan kesalahan. Ia menekankan bahwa lagu ini bukan hanya tentang rasa sakit, tetapi juga tentang belajar dari pengalaman untuk lebih tajam menghadapi masa depan.
Lama, Sudah Terlalu Lama
Lirik “Menanti” memetik cerita kepergian yang terasa lama dan menyakitkan. Kebanyakan lagu dalam kumpulan ini mencerminkan rasa penyesalan atas keputusan masa lalu, seperti “kau tinggalkanku sendiri” atau “kau bawa hilang mimpi-mimpi.” Pihak produksi juga menekankan bahwa lirik ini dianggap sebagai refleksi dari pengalaman pribadi Gege Tiwa.
Dengan konsistensi dalam berkarya, Gege Tiwa terus mengajarkan bahwa kepergian dan penyesalan adalah bagian dari perjalanan hidup yang tak bisa diperbaiki, tetapi bisa dipetik untuk tumbuh lebih baik.