BeritaLokal, Jakarta – Bank Sentral Korea Selatan (BOK) mengingatkan risiko tekanan inflasi meningkat akibat pembayaran bonus kinerja yang tinggi di sektor teknologi informasi. Perusahaan raksasa seperti SK Hynix dan Samsung Electronics telah membagikan bonus besar pada bulan lalu, menimbulkan perhatian terhadap kenaikan harga barang mewah dan permintaan pasar.
Pertumbuhan inflasi diperkirakan mencapai 2,7% setahun, di atas target 2%, kata BOK dalam laporan terkini. Kebijakan ini disebabkan oleh kenaikan harga energi akibat perang Iran, namun peningkatan pendapatan karyawan di sektor teknologi bisa memperparah tekanan inflasi jika kondisi ekonomi membaik. “Bonus kinerja tidak hanya menambah upah tetapi juga dapat mendorong penguapan harga barang mewah,” kata Wakil Gubernur BOK, Lee Jiho dalam konferensi per 17 Juni.
Dampak bonus jumbo ini mulai terasa di sektor ritel. Penerapan pembayaran bonus pada perusahaan teknologi memicu konsumsi barang mewah meningkat signifikan. Laporan Chosun Ilbo menyebutkan penjualan barang mewah di Shinsegae di Gyeonggi meningkat 53,6% dari tahun ke tahun, dengan kenaikan harga perhiasan dan jam tangan sebesar 146,3% dan 85,3% berturut-turut. Saham operator ritel seperti Lotte Shopping dan Hyundai Department Store juga mengalami kenaikan ekstrem, mencapai 148% dan 120% dalam tiga bulan terakhir.
Pekerja di sektor TI, terutama di perusahaan chip, mulai membeli barang mewah untuk menambah nilai kehidupan. Seorang pekerja chip dari SK Hynix mengatakan akan menerima bonus sekitar 626 juta won (US$ 410 ribu) dalam tahun ini, setara Rp 7,3 triliun, meski tidak tercantum secara eksplisit oleh perusahaan. Sementara itu, karyawan Samsung Electronics mendapat alokasi bonus sebesar 10,5% dari laba operasional, yang mengancam mogok selama 18 hari jika tidak diterima.
BOK menyoroti bahwa pertumbuhan pengeluaran di daerah dekat fasilitas produksi chip dan perumahan terutama di Gyeonggi meningkat lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Dampak ini berpotensi memperparah tekanan inflasi karena permintaan barang mewah mengalami kenaikan yang signifikan, menurut analisis media lokal.
Selain itu, peningkatan harga saham ritel seperti Lotte Shopping dan Shinsegae mencerminkan ekspektasi konsumen terhadap kelas atas. Kenaikan harga saham ini ditujukan untuk memperkuat permintaan barang mewah yang semakin tinggi di pasar.
BOK menekankan bahwa meskipun bonus kinerja tidak langsung berdampak pada inflasi, perubahan dalam struktur pendapatan karyawan bisa memicu penguapan harga produk sektor lain. Dengan kondisi ekonomi terus berkembang, risiko tekanan inflasi di sektor teknologi menjadi lebih kompleks.