BeritaLokal, Jakarta – Bitmine Immersion Technologies terus memperkuat posisi sebagai investor kripto dengan pembelian Ethereum (ETH) sebesar US$ 92 juta atau Rp 1,64 triliun pada pekan lalu. Aksi ini membuat Bitmine memiliki 4,7% dari total pasokan ETH, yang berada di bawah target 5% yang ditetapkan.
Pembelian ETH terjadi saat harga kripto turun ke level US$ 1.737,91 pada 22 Juni 2026, menurun sebesar 49% dari level tertinggi tahun ini. Bitmine mengakuisisi 52.203 ETH dengan rata-rata harga US$ 1.760, meningkatkan kepemilikan mereka menjadi 5,67 juta ETH senilai hampir US$ 10 miliar.
Chairman Bitmine, Tom Lee, memperingatkan bahwa pembelian ETH dapat melambat dalam beberapa minggu mendatang. Kas tunai Bitmine mencapai US$ 601 juta atau Rp 10,72 triliun. Sementara itu, harga ETH terus bergerak di bawah level US$ 1.700, menunjukkan tren penurunan yang terus berlanjut.
Selain itu, Robert Kiyosaki, pendiri buku Rich Dad Poor Dad, kembali menyuarakan kekhawatiran terhadap stabilitas mata uang fiat. Menurutnya, sistem ekonomi yang berbasis dolar AS rentan terhadap inflasi karena pertumbuhan utang dan pencetakan uang. Kiyosaki mengatakan bahwa dolar “uang palsu” yang nilainya menurun membuat investasi pada aset seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum lebih andal.
Menurut analisis Kiyosaki, harga emas masih relatif lebih rendah dibandingkan emas, memberikan peluang bagi investor untuk memanfaatkan alur pasar yang menarik. Perak dianggap sebagai “uang Tuhan” karena telah digunakan selama ribuan tahun sebagai penyimpan nilai. Bitcoin, sementara itu, dihargai sebagai aset digital utama dengan pasokan terbatas (21 juta koin) dan perannya dalam pengembangan teknologi blockchain.
Kiyosaki menekankan pentingnya diversifikasi investasi untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi pasar. Ia memperkirakan bahwa ekspansi moneter terus berlanjut, sehingga tukar uang tunai dengan aset berharga seperti emas dan Bitcoin menjadi strategi jangka panjang.
Sementara itu, pergerakan harga aset digital terus mengalami perubahan. Bitmine memperkuat posisi sebagai investor kripto, sementara Kiyosaki menegaskan pentingnya investasi pada aset yang memiliki nilai intrinsik. Kedua aksi ini mencerminkan tren global dalam memilih aset berharga sebagai alternatif keuangan yang stabil.
BeritaLokal, Jakarta
Pendekatan ekonomi terus menunjukkan bahwa kripto dan aset fisik menjadi pilihan strategis untuk menghadapi risiko moneter.