BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan penguatan cadangan emas sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian ekonomi global, menurut Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi. Hingga Mei 2026, total pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 41 ton, menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi aset penting dalam struktur cadangan devisa negara-negara besar.
Selain itu, China, Uzbekistan, dan Kazakhstan menjadi pihak yang aktif memperkuat kepemilikan emas. Di sisi lain, Singapura kembali masuk sebagai pembeli utama dengan pembelian bersih 4 ton, mencatat pencapaian bulanan pertama sejak September 2025. Data dari World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 45% berencana menambah cadangan emas institusi mereka.
Pemulihan harga emas dunia akhirnya mengakhiri tren penurunan empat pekan terakhir. Harga emas spot mencapai US$ 4.182,28 per ons pada pertengahan Juli 2026, naik 1,4% dari level sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pasar, memicu investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Selain itu, tekanan inflasi dan kebijakan moneter agresif bank sentral meningkatkan minat terhadap aset safe haven.
Harga logam lainnya juga menguat. Perak naik 2,9% menjadi US$ 62,77 per ons, sementara platinum kembali menguat sekitar 2,8% ke level US$ 1.660,10 per ons. Analis OCBC menilai prospek harga emas berpotensi melanjutkan pemulihan jika data ekonomi AS terus menekan imbal hasil riil dan dolar AS. Namun, OCBC mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati karena tingkat pengangguran stabil, sikap The Fed yang cenderung hawkish, serta risiko inflasi masih tinggi.
Pemulihan harga emas juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed, yang mempertahankan level pada Juli 2026. Meski ekspektasi kenaikan suku bunga terbatas, angka 53,5% peluang peningkatan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan September mencerminkan keputusan strategis bank sentral untuk mempertahankan stabilitas ekonomi.
Dengan demikian, cadangan emas tetap menjadi aset yang dipilih oleh bank sentral sebagai benteng terhadap ketidakpastian global. Meski harga emas terkoreksi, keputusan membeli logam mulia dianggap sebagai strategi untuk mengoptimalkan cadangan devisa dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Properti Cikarang Makin Prospektif
9 Juli 2026
Rupiah tekanan tinggi, penyebabnya termasuk inflasi dan harga minyak dunia
9 Juli 2026
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Kembangkan 5% pada 2026
9 Juli 2026
Bitcoin Turun ke US$ 60k, Pasar Kripto Berpanik
9 Juli 2026
Prediksi Penjualan Eceran Stabil di Juni 2026, Dukung oleh Libur Sekolah
9 Juli 2026
Fed Terbelah Soal Suku Bunga: Inflasi Berpotensi Reda
9 Juli 2026
Trump Ancam Bombar Iran, Harga Minyak Melonjak
9 Juli 2026
China Tambah Cadangan Emas karena Harga Emas Turun
8 Juli 2026
Memuat komentar...