BeritaLokal, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendampingi PLN dalam menanganinya kejadian pemadaman listrik bergilir. Dalam rapat kerja yang diikuti oleh sejumlah stakeholder, Bahlil menyebutkan bahwa gangguan pada sistem kelistrikan telah berhasil ditangani, meski tidak ada indikasi terjadi peningkatan masalah baru.
Selain itu, Bahlil menekankan bahwa tanggung jawab teknis dalam pelayanan listrik berada di tangan PLN, sementara pemerintah bertugas sebagai regulator. “Kita memastikan bahwa setiap proses operasional terkendali,” kata dia. Khususnya mengenai pasokan batu bara ke pembangkit PLN, Bahlil menyatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk mengawasi pengadaan sumber daya ini.
Tim yang diatur oleh Bahlil melibatkan PLN, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Diketahui, tim ini bertugas memastikan tidak ada transaksi yang tidak dijalankan atau diperbarui, sehingga batu bara dapat dikirim ke pembangkit dengan aman.
Bahlil juga menyatakan bahwa PLN masih membutuhkan sekitar 18-20 juta ton batu bara berkalori untuk kebutuhan operasional. Ia menegaskan bahwa pengadaan ini harus diawasi ketat, termasuk melibatkan aparat penegak hukum jika diperlukan. “Tidak ada masalah yang boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Selama tahun 2022, PLN pernah menghadapi krisis pasokan batu bara, yang disebut sebagai salah satu penyebab pemadaman listrik bergilir di daerah Jawa. Bahlil menyatakan bahwa kejadian ini tidak berulang dan pemerintah terus memantau situasi agar tidak terjadi kembali.
Sementara itu, Bahlil mengkritik kinerja PLN dalam menangani gangguan sistem listrik yang sebelumnya melibatkan pemadaman bergilir. Ia menyebut bahwa PLN harus lebih cepat merespons masalah teknis dan memastikan jaringan kelistrikan tetap stabil.
Kabar ini diperkuat oleh laporan dari Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang mengatakan bahwa pemadaman listrik telah ditangani dan tidak ada kejadian baru. Namun, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tetap berperan penting dalam memastikan keterlibatan aktif dari semua pihak untuk mencegah terjadinya masalah serupa di masa depan.