Stimulus ekonomi dikucurkan, dampaknya terbatas

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal II 2026, yang diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sektor riil. Kebijakan ini mencakup insentif pajak, diskon transportasi, serta program magang nasional, di tengah tantangan seperti inflasi dan tekanan terhadap nilai tukar. Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai stimulus tersebut memiliki potensi positif tetapi dampaknya masih terbatas karena berbagai faktor ekonomi yang menghambat pertumbuhan.

Pemerintah memperkenalkan beberapa program, salah satunya adalah keringanan pajak penghasilan (PPh) bagi penulis. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kebijakan ini merupakan janji kampanye Presiden yang akan segera dilaksanakan. Selain itu, diskon angkutan transportasi kereta api, laut, dan penyeberangan disiapkan dengan anggaran Rp 190,5 triliun, menjangkau 3 juta pengguna. Program serupa juga diberikan untuk Nataru, dengan anggaran Rp 161,4 triliun untuk 2,87 juta penerima.

Program magang nasional ditargetkan mengaktifkan aktivitas ekonomi melalui 150 ribu peserta. Anggaran negara sebesar Rp 4,14 triliun akan digunakan untuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha dan meningkatkan daya beli masyarakat. Menurut Airlangga, stimulus ini dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di semester II 2026, meski dampaknya diperkirakan tidak signifikan karena tekanan inflasi dan kebijakan moneter.

Wijayanto Samirin menekankan bahwa efektivitas stimulus bergantung pada besarnya anggaran dan desain program. Meskipun stimulasi pajak dan diskon transportasi memiliki pengaruh positif, kinerja sektor riil masih terbatas karena perlu waktu untuk menerima manfaatnya. Ia menyebutkan bahwa anggaran stimulus yang relatif kecil dan kurangnya optimasi dalam program membuat dampaknya justru terasa minim.

Dalam kesimpulan, pemerintah menggandeng beberapa lembaga untuk memperkuat ekonomi dengan langkah-langkah yang dijelaskan. Namun, kinerja sektor riil masih menunggu pengaruh lebih luas dari kebijakan ini. Dampak jangka pendek diperkirakan terbatas, tetapi pemerintah berharap stimulus dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.

error: Content is protected !!