Harga Minyak Turun Tajam Setelah Perundingan AS

BeritaLokal, Jakarta – Harga minyak dunia menunjukkan penurunan tajam di akhir perdagangan Senin setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan izin penjualan minyak mentah Iran. Langkah tersebut memicu harapan lebih besar dari pasokan minyak global, yang diperkirakan akan menekan harga komoditas energi.

Pada perdagangan Senin, indeks Brent, harga minyak dunia internasional, turun 3,3% ke level US$ 77,90 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mengalami koreksi 2,3% menjadi US$ 74,82. Departemen Keuangan AS menerbitkan lisensi selama 60 hari untuk pengelolaan minyak Iran, termasuk produksi, distribusi, dan penjualan, serta izin impor dengan pembayaran dolar AS.

Perkembangan ini terjadi setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kemajuan signifikan dalam perundingan damai di Swiss. Vance menegaskan bahwa negosiasi berlangsung dengan optimisme tinggi, mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasokan minyak dari Irak yang dipicu oleh serangan AS dan Israel pada 2026.

Dalam peta jalan perdamaian, AS dan Iran sepakat melanjutkan negosiasi teknis sepanjang pekan ini serta membentuk komite tingkat tinggi untuk mengawasi proses mediasi. Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa pembahasan fokus pada implementasi kesepakatan yang telah disepakati, bukan isu nuklir atau konflik di Lebanon.

Analisis dari Quantum Strategy menyebutkan pasokan minyak Timur Tengah saat ini mendekati level sebelum perang, meski tergantung pada cadangan dan pelepasan stok. Goldman Sachs menilai gejolak pasokan yang berkelanjutan dapat mempercepat transisi global ke kendaraan listrik, mengurangi permintaan minyak mentah jangka panjang.

Meski demikian, risiko tekanan harga masih terbuka karena persediaan minyak Timur Tengah berpotensi menipis. Perkembangan ini memperkuat perhatian pasar terhadap stabilitas kawasan dan dampak ekonomi global.

BeritaLokal, Jakarta, Harga minyak dunia masih mengamati risiko pasokan yang terbatas akibat keputusan Teheran menutup Selat Hormuz, jalur strategis untuk pengiriman minyak. Meskipun kesepakatan damai di Swiss diperkirakan akan mendorong stabilitas, kondisi geopolitik masih berpotensi mengganggu arus minyak internasional.

error: Content is protected !!