Harga emas kembali naik dari level terendah

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin setelah sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni. Penguatan harga emas tercatat naik 0,6% menjadi US$ 4.183 per ons, meskipun kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1% ke level US$ 4.202,70 per ons. Pergerakan harga logam mulia ini dipengaruhi oleh optimisme terhadap proses perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang menekan harga minyak dunia dan meredakan kekhawatiran inflasi global.

Selain itu, penurunan harga minyak Brent lebih dari 3% setelah kabar kemajuan perundingan AS-Iran di Swiss terumukai pasar energi. Meski demikian, isu sensitif seperti ketegangan Lebanon dan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz masih menghambat peningkatan pasokan minyak global. Sentimen positif terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dinilai tidak konvensional berpotensi memperkuat prospek kenaikan emas.

Analisis Saxo Bank, Ole Hansen, menekankan bahwa harga energi tetap menjadi pendorong utama dalam jangka pendek bagi pasar logam mulia. “Kami melihat pembicaraan yang masih berlangsung dan cukup dinamis di Swiss antara AS dan Iran tetap mengarah pada kesepakatan yang akan menambah pasokan minyak mentah ke pasar,” kata Hansen. Namun, perlu waktu lebih lama untuk memastikan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat tidak mengganggu ekonomi global.

Bank of America menyebut target harga emas US$ 6.000 per ons masih sulit tercapai dalam waktu dekat karena ekspektasi kenaikan suku bunga tetap berlaku. Meski demikian, faktor utama yang mendukung prospek kenaikan emas adalah ketidakpastian di pasar keuangan global akibat kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dinilai tidak konvensional.

Sementara itu, pemerintah AS terus memantau proses perundingan antar negara untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengurangi tekanan harga minyak dan meningkatkan daya saing emas sebagai instrumen investasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter dan politik internasional masih menjadi faktor utama dalam dinamika harga logam mulia.

Harga emas terus bergerak sesuai dengan arus perubahan global, dengan potensi kenaikan mencapai level tertinggi jika kondisi pasar stabil. Perlu waktu lebih lama untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi Amerika Serikat tidak mengganggu stabilitas pasar.

error: Content is protected !!