BeritaLokal, Jakarta – Sejarah fitur Screen Mirroring, Wireless Casting, atau Share Screen telah mengubah cara kita membagikan konten digital di berbagai perangkat. Teknologi ini mulai berkembang sejak diperkenalkan oleh Digital Living Network Alliance (DLNA) pada tahun 2003, dan kini menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Screen Mirroring?
Screen Mirroring adalah teknologi yang memproyeksikan konten layar perangkat mobile seperti smartphone atau tablet ke perangkat dengan layar lebih besar, seperti TV, monitor, atau proyektor. Proses ini melibatkan dua faktor: perangkat pengirim (misalnya smartphone) dan penerima (misalnya TV). Teknologi ini menggunakan protokol seperti Miracast (Wi-Fi Alliance), AirPlay (Apple), atau DLNA untuk memungkinkan transmisi konten secara wireless.
Sejarah Fitur Screen Mirroring
Sejarah fitur ini tidak bermula dari satu perusahaan, tetapi melibatkan aliansi teknologi yang mengembangkan protokol berbasis wireless selama beberapa dekade.
Tahun 2003-2010: Protokol DLNA dan Fungsi Remote
Pada tahun 2003, Digital Living Network Alliance (DLNA) muncul sebagai aliansi perusahaan teknologi untuk mengembangkan protokol yang menjadi dasar Screen Mirroring. Perusahaan seperti Sony, Microsoft, dan Intel turut berpartisipasi. Protokol DLNA memungkinkan remote kontrol audio, gambar, dan video melalui jaringan, dengan versi 1.5 pada tahun 2009 menambah fitur seperti device discovery, manajemen media, dan perlindungan DRM (DRM).
Tahun 2012: Miracast dan Standar Wi-Fi
Pada tahun 2012, Wi-Fi Alliance merilis Miracast, protokol wireless yang memungkinkan Screen Mirroring pada perangkat non-Apple seperti Android dan Windows. Sementara itu, Barco mengumumkan ClickShare untuk teknologi sharing berbasis satu tombol. Era ini juga menjadi momen puncak kolaborasi industri teknologi, dengan keberadaan standar interoperabilitas yang lebih luas.
Tahun 2018-Hingga Sekarang: Modernisasi dan Peningkatan
Pada tahun 2018, Apple mengumumkan AirPlay 2 di iOS 11.4, meningkatkan fitur mirroring pada iPhone dan iPad. Google juga memperkuat teknologi ini melalui Google Cast dan Smart TV. Fitur Screen Mirroring kini menjadi bagian dari penggunaan produktif, dengan standar Miracast mendukung resolusi 4K dan latensi yang lebih rendah. Peningkatan ini disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang memperkuat kebutuhan interaksi digital antara perangkat.
Keterlibatan Publik dan Pengembangan Teknologi
Sejak masa pandemi, penggunaan Screen Mirroring meningkat signifikan. Fitur ini digunakan dalam kerja kajian, belajar online, dan kolaborasi virtual. Perusahaan teknologi terus memperbarui teknologi, seperti meningkatkan resolusi layar atau mengoptimalkan transmisi data.
Beritalokal, Jakarta, Sejarah Screen Mirroring tidak hanya menunjukkan evolusi teknologi, tetapi juga mencerminkan perubahan kehidupan manusia dalam era digital. Kini, fitur ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pengguna di berbagai bidang.