Mantan Gubernur The Fed Alan Greenspan Tiba-Tiba Meninggal di Usia 100

BeritaLokal, Jakarta – Mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), Alan Greenspan meninggal dunia pada usia 100 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan oleh istrinya, Andrea Mitchell. Greenspan bermarkas di New York City dan telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam bidang ekonomi.

Greenspan dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ekonomi modern. Ia menjabat sebagai Ketua Federal Reserve dari 1987 hingga 2006, sebuah posisi yang memicu perdebatan tentang kebijakan moneter dan pengaruh pasar bebas. Sebelumnya, ia pernah menjadi penasihat ekonomi kampanye Presiden Richard Nixon pada Pemilu 1968, serta menjadi penasehat ekonomi Gedung Putih selama era Gerald Ford dan Ronald Reagan.

Selama hampir dua dekade di The Fed, Greenspan memegang tanggung jawab menjaga stabilitas ekonomi AS dan nilai dolar. Kebijakan suku bunga yang tegas pada tahun 1987 membantu mengurangi kekhawatiran pasar setelah kejatuhan indeks saham AS akibat “Black Monday.” Ia juga berhasil memastikan likuiditas pasaran selama krisis tabungan dan pinjaman AS, serta menghadapi krisis peso Meksiko dan gejolak global lainnya.

Greenspan dikenal sebagai penyelamat ekonomi Amerika Serikat, terutama dalam menekan inflasi dan memastikan pertumbuhan ekonomi pada era Bill Clinton. Ia juga diberi julukan “dewa di balik mesin keuangan Amerika” karena kontribusinya pada pengelolaan sistem keuangan global. Namun, kariernya tidak lepas dari kontroversi, terutama atas kebijakan suku bunga rendah yang disebut mendorong gelembung dot-com pada 1990-an dan memicu krisis keuangan 2008.

Ekonom pemenang Nobel, Paul Krugman, mengkritik Greenspan karena terlalu percaya pada sistem pasar bebas tanpa upaya regulasi yang cukup. Pada 2008, Greenspan secara terbuka mengakui kegagalan sistem self-regulation dan menyatakan menemukan “cacat” dalam keyakinannya.

Greenspan pernah merayakan ulang tahunnya pada Maret 2026, tepat setelah meninggal dunia. Ia dikenal sebagai tokoh yang memengaruhi ekonomi AS selama dua dekade, tetapi juga menjadi objek kritik terhadap kebijakan populis dan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Kehadiran Greenspan berlanjut hingga ke era saat ini, dengan dampak yang masih dirasakan oleh pelaku pasar global. Kematian mantan Ketua Federal Reserve ini menandai akhirnya era seorang tokoh ekonomi yang dianggap paling berpengaruh dalam sejarah dunia.

error: Content is protected !!