BeritaLokal, Jakarta – Pertanyaan Umum: Apakah Smartwatch Bisa Berfungsi Jika Ada Tato di Pergelangan Tangan?
Sejumlah pengguna mengekspresikan kekhawatiran terkait kinerja jam tangan pintar mereka setelah ditato. Masalah ini tidak hanya menghambat teknologi, tapi juga menciptakan perdebatan di komunitas teknologi dan pemakai perangkat. Dari Reddit hingga forum dukungan pelanggan, banyak pengguna menyebutkan bahwa smartwatch justru “mengalami kegagalan” saat berinteraksi dengan kulit bertato.
Tantangan Teknologi: Sensor PPG dan Deteksi Pergelangan Tangan
Penggunaan smartwatch modern sering mengandalkan teknologi photoplethysmography (PPG) untuk mendeteksi detak jantung. Sensor ini bekerja dengan memancarkan cahaya ke kulit, lalu menganalisis perubahan aliran darah. Namun, pigmen tinta dalam tato kerap memblokir atau memantulkan cahaya tersebut, menyebabkan pembacaan yang tidak akurat atau bahkan hilang.
Selain itu, fitur wrist detection (deteksi pergelangan tangan) juga terganggu. Tinta bertato tebal sering membuat sensor gagal mengenali posisi jam, memicu kebingungan saat pengguna harus ulang kali memasukkan PIN atau password.
Solusi ‘Akal-Akalan’: Trik Unik untuk Mengatasi Masalah
Saat produsen belum menemukan solusi permanen, pengguna berbagi trik sederhana:, Membalikkan posisi jam ke area pergelangan tangan yang jarang ditato., Memindahkan jam ke tangan sebelah yang bersih dari tinta., Menempelkan stiker atau selotip bening di atas sensor untuk memperbaiki pemindaian., Menggunakan sabuk dada khusus untuk pemantauan detak jantung, asalkan dada tidak bertato.
Kebutuhan Riset yang Lebih Inklusif
Masalah ini menunjukkan bahwa teknologi saat ini kurang adaptif terhadap perbedaan kulit dan tato. Sebuah studi 2025 mencoba mengukur dampak tato pada sensor, dengan hasil bervariasi sesuai warna tinta, kepekatan, dan kedalaman jarum tato. Produsen seperti Garmin dan Apple sudah mengimbau pengguna untuk memastikan area kulit yang digunakan bersih dari tato.