BeritaLokal, Jakarta – Pertamina International Shipping (PIS) kini siap melintasi Selat Hormuz dengan dua kapal yang berada di kawasan Teluk Arab, sambil memantau situasi geopolitik yang dinamis. Pihak perusahaan menekankan pentingnya kerja sama dan persiapan operasional untuk mengantisipasi kondisi terkini.
Pjs.Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut serta mengevaluasi rute alternatif yang lebih aman, seperti Perairan Oman. “Kami melakukan langkah teknis dan nonteknis untuk memastikan keamanan kapal, keandalan teknis, serta pemenuhan regulasi internasional,” kata Vega dalam keterbukaan, Sabtu (20/6/2026).
Selain itu, PIS berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Teheran. Perusahaan juga sedang mempersiapkan rute passage plan yang aman sesuai perkembangan situasi. “Keselamatan awak kapal dan keamanan kapal tetap menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Dalam konteks energi, PIS mengangkut sebanyak 170 miliar liter BBM dan LPG tahun ini, dengan 189 kapal yang menggunakan bahan bakar biodiesel B40 sejak Januari 2025. Capaian ini mencapai 107 miliar liter BBM dan 63 miliar liter kargo internasional. Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menekankan peran PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional. “Pertamina Pride dan Gamsunoro akan segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” ujarnya.
Program strategis PIS juga berlanjut, termasuk ekspansi rute internasional melalui tiga kantor strategis di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Perusahaan memperkuat armada dengan 110 kapal tanker yang beroperasi 7 hari seminggu, didukung oleh 338 tugboat. Selain itu, 84 kapal PIS telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE) untuk menjaga kualitas operasional.
PIS juga menegaskan komitmen terhadap ketahanan energi nasional dengan kontribusi signifikan dalam mengedarkan BBM, LPG, dan produk energi lainnya. Peningkatan kapasitas angkutan energi pada 2024 mencerminkan tren pertumbuhan bisnis yang dinilai kuat.
Dengan kondisi geopolitik terus membaik, PIS berharap situasi di kawasan tersebut dapat terus stabil untuk menjaga kelancaran pelayaran.