BeritaLokal, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempersiapkan sejumlah ruas jalan tol strategis untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama musim liburan Natal dan Tahun Baru 2026. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur utama, terutama dalam periode berat tersebut.
Selain itu, pemerintah memprioritaskan pembangunan sekitar 10 ruas tol yang saat ini sedang dikerjakan, dengan rencana rampung pada akhir tahun 2026. Salah satu ruas utama yang akan dioperasikan adalah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 5-6, yang menjangkau sepanjang 12,7 km. Dengan diresmikan sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jalan Tol Nasional (RPJTN), ruas ini diperkirakan akan memperkuat konektivitas Aceh dan mengurangi beban lalu lintas pada jalur eksisting.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau progres konstruksi untuk memastikan keselarasan dengan target pembangunan. “Saat ini ada rencana sekitar 10 ruas tol yang akan diselesaikan di akhir 2026 dan siap dipergunakan masyarakat,” katanya dalam wawancara dengan Antara, Jumat (19/6/2026).
Beberapa ruas tol strategis yang akan difungsionalkan antara lain Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 1 ruas Kramasan-Pulau Rimau, Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3 ruas Paiton-Besuki, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 6 ruas Kutanegara-Sadang. Masing-masing jalan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah pesisir dan pulau besar.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk memastikan kesehatan jalan tol. “Kami tetap mempertimbangkan aspek keselamatan, kelayakan konstruksi, serta fasilitas pendukung sebelum ruas tol dapat digunakan masyarakat,” kata Ni Komang. Hal ini termasuk penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di seluruh jalan tol, yang mencakup delapan indikator kritis seperti kondisi perkerasan, kecepatan tempuh rata-rata, dan aksesibilitas.
Selain itu, pemerintah memastikan bahwa semua aspek lingkungan, drainase, serta fasilitas pelayanan (TIP) juga terpenuhi untuk menjaga kualitas layanan jalan tol. Dalam evaluasi berkala, perusahaan pengelola jalan tol wajib menunjukkan kepatuhan pada indikator seperti kerusakan jalan, kondisi median, dan ketersediaan tempat istirahat.
Dody Hanggodo, Menteri PU, mengungkapkan pentingnya jalan tol dalam mendukung distribusi barang dan jasa serta mendorong ekonomi daerah. “Jalur tol menjadi sarana unggulan untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan mempercepat waktu tempuh perjalanan,” katanya.
Dengan rencana pembangunan ini, pemerintah berharap mampu menyerap kebutuhan lalu lintas pada musim liburan sambil menjaga kinerja sistem transportasi secara optimal.