BeritaLokal, Jakarta – Mata uang Jepang, Yen, kian terpuruk hingga menembus level 161 per dolar AS, mendekati posisi terendahnya dalam empat dekade. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang mungkin melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menghalau pelemahan mata uangnya. Meski sudah diintervensi senilai US$ 70 miliar, nilai tukar yen tetap melemah hingga menyentuh 161,80 per dolar AS, yang menjadi posisi terendah sejak Juli 2024.
Pelemahan yen yang berlanjut terus memperparah tekanan ekonomi struktural. Menurut Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama, pemerintah siap mengambil tindakan tegas terhadap spekulasi di pasar valuta asing dalam pertemuan G7. Bank of Japan (BOJ) juga menaikkan suku bunga, membuat biaya pinjaman mencapai level tertinggi sejak 1995. Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino mengatakan bahwa bank sentral tetap memantau pergerakan yen karena dampaknya terhadap perekonomian dan inflasi.
Faktor-faktor seperti tingginya imbal hasil obligasi AS (US Treasury) yang mendukung dolar AS menjadi kunci pelemahan yen. Selain itu, kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi yang fokus pada pertumbuhan dinilai memperkuat kondisi moneter yang longgar. Meski pelemahan yen memberikan keuntungan bagi sektor ekspor Jepang dan mendukung pertumbuhan ekonomi, risiko inflasi impor serta pengurangan daya beli rumah tangga jadi perhatian.
Sementara intervensi pemerintah masih dihambat oleh tekanan struktural. Analis menyebutkan bahwa upaya pemerintah belum efektif karena faktor-faktor ekonomi yang kompleks, seperti kinerja pasar saham dan dinamika kebijakan moneter. Kondisi ini memperparah perdebatan tentang apakah langkah intervensi bisa mengatasi ketidakseimbangan nilai tukar.
Dengan kondisi ini, Jepang harus menyesuaikan strateginya dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Meski ada keuntungan dari pelemahan yen, risiko inflasi dan dampak pada sektor swasta jadi tantangan tersendiri. Pelemahan mata uang terus berdampak pada perekonomian Jepang, menunjukkan bahwa perubahan struktur ekonomi dan politik masih menjadi faktor kunci.
Nilai tukar yen mencapai titik terlemah sejak 1986 jika melebihi 161,96 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi global tetap memengaruhi stabilitas mata uang Jepang. Dengan kondisi seperti ini, pemerintah harus terus memantau dinamika pasar dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan ekonomi.