Prancis Perketat Keamanan Digital, Industri Kripto Kena Imbas

BeritaLokal, Paris – Prancis mulai mewajibkan produk keamanan mendukung enkripsi tahan kuantum pada 2027, menandai pergeseran signifikan dalam menghadapi ancaman teknologi komputer kuantum. Badan keamanan siber Prancis, ANSSI (Agence Nationale de la Sécurité des Systèmes d’Information), akan memastikan semua produk keamanan yang digunakan oleh pemerintah dan infrastruktur penting di negara tersebut mampu melawan serangan kuantum. Kebijakan ini, yang berlaku sejak 2027, menegaskan bahwa perusahaan teknologi harus siap menghadapi ancaman masa depan sebelumnya.

Kepala Staf ANSSI, Samih Souissi, menyatakan bahwa kebijakan ini bukan hanya tentang teknologi tetapi juga tata kelola industri. “Ini adalah persoalan tata kelola, perencanaan industri, regulasi, dan kedaulatan,” katanya. Kebijakan ini memaksa vendor untuk tidak lagi menganggap kesiapan menghadapi komputer kuantum sebagai fitur tambahan-sebaliknya, menjadi bagian dari perencanaan bisnis yang terintegrasi ke dalam anggaran, audit, dan peta jalan pengembangan produk.

Perubahan ini sejajar dengan kebijakan Amerika Serikat, di mana Badan Keamanan Nasional (NSA) meluncurkan program CNSA 2.0, memastikan semua sistem keamanan nasional baru harus mendukung algoritma tahan kuantum mulai Januari 2027. Kebijakan dual yang sama membuat tahun 2027 menjadi titik balik penting bagi industri teknologi global.

Di tengah pergeseran ini, industri kripto juga menghadapi tekanan regulasi. Jaringan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum mulai mempersiapkan migrasi ke teknologi kriptografi pasca-kuantum. Coinbase, salah satu pihak utama dalam pasar kripto, menilai algoritma tahan kuantum menjadi krusial untuk melindungi dompet digital dan validator. Namun, proses migrasi ini tidak mudah karena dapat memengaruhi dompet yang tidak aktif atau koin yang diyakini telah hilang.

Di sisi lain, jaringan berbasis proof-of-stake seperti Ethereum dan Solana diperkirakan membutuhkan upaya tambahan karena tanda tangan validator menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan jaringan. Algorand dan Aptos dianggap memiliki posisi lebih baik untuk beradaptasi dengan teknologi baru, sementara desain akun di Aptos dinilai mempermudah proses peningkatan sistem.

Kebijakan Prancis tidak hanya menekankan kesiapan teknologi tetapi juga mengukuhkan bahwa perusahaan teknologi harus siap bertahan melawan ancaman kuantum di masa depan. Tenggat 2027 dan 2030 menjadi acuan baru bagi pasar global untuk mempercepat persiapan tersebut.

error: Content is protected !!