Kliring Berjangka Indonesia dan Bappebti Kembangkan Resi Gudang Berbasis Rel

BeritaLokal, Bandung – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) kembali memperkuat peran strategis dalam pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel di Kota Bandung. Kegiatan ini dilakukan bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai bagian dari soft launch implementasi SRG yang menggabungkan teknologi logistik dan infrastruktur transportasi kereta api. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi nasional, meningkatkan efisiensi distribusi komoditas, serta membuka akses pasar global bagi pelaku usaha kopi.

Sebagai satu-satunya BUMN yang menjalankan fungsi Pusat Registrasi Resi Gudang, KBI menekankan pentingnya integrasi SRG dengan jaringan transportasi kereta api. Gudang SRG di Gedebage, Bandung, merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang digunakan secara bersamaan oleh PT ASLI Logistik Indonesia dan PT Sucofindo (Persero). Fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat penyimpanan komoditas kopi Java Preanger, salah satu produk unggulan Jawa Barat, serta menjadi hub logistik untuk menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan internasional.

Dalam tahap awal operasi, SRG berbasis rel di Gedebage akan mendukung pengelolaan stok kopi dan memfasilitasi akses pembiayaan. KBI juga menegaskan bahwa integrasi sistem penyimpanan komoditas dengan moda transportasi kereta api tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendorong rantai pasok yang lebih terpadu. Dengan demikian, SRG berbasis rel di Bandung menjadi solusi strategis untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing komoditas kopi Indonesia.

Pemimpin KBI, Direktur Utama Budi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk sinergi antara pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan komoditas. “Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui kolaborasi kuat dengan Bappebti, Pemprov Jabar, PT KAI, PT Sucofindo, Bank BJB, dan mitra lainnya,” kata Budi dalam keterangan tertulis.

Peningkatan kapasitas komoditas kopi tercatat dari data registrasi KBI hingga Mei 2026, di mana kopi mendominasi dengan porsi 47% dari total komoditas yang diregistrasikan. Capaian ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha kopi dalam menggunakan SRG sebagai alat pengelolaan stok dan instrumen pembiayaan. Dalam kegiatan WIITEX 2026, KBI menjalin dialog dengan buyer internasional dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, dan Jerman, untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas.

KBI juga terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan sistem IsWare Next Gen, yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas proses registrasi, verifikasi kualitas komoditas, dan transparansi dalam ekosistem SRG. Dukungan dari pihak diplomatik negara sahabat diharapkan mendorong pengembangan industri komoditas nasional yang lebih berdaya saing.

Proyek ini menunjukkan visi KBI untuk menjadi pusat logistik terpadu, dengan fokus pada kopi sebagai unggulan Indonesia. Dengan integrasi SRG berbasis rel dan teknologi digital, KBI diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan akses pasar global, serta memperkuat peran Jawa Barat dalam ekosistem perdagangan komoditas nasional.

error: Content is protected !!