BeritaLokal, Jakarta – BeritaLokal, Jakarta, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Terjaga di 2026
Bank Indonesia (BI) memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga hingga akhir tahun 2026, meski kondisi eksternal menghadapi tantangan. Dalam konferensi pers, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kinerja permintaan domestik menjadi pendorong utama. “Konsumsi pemerintah tumbuh tinggi sejalan dengan realisasi program prioritas dan percepatan belanja pemerintah,” kata dia di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada dalam kisaran 4,9%-5,7%, menurut BI. Data ini disebutkan sebagai hasil analisis terkini yang menggambarkan dinamika permintaan domestik dan investasi. Pemerintah terus memperkuat program stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat, sementara investasi melalui PMI (Purchasing Manager Index) di zona ekspansi menunjukkan kestabilan.
Di sisi lain, inflasi tetap dalam kisaran 2,5%-3%, meski mengalami kenaikan sebesar 0,68% pada Mei 2026 (yoy). Dampak gejolak global memperparah perubahan harga komoditas dan bahan bakar minyak (BBM), sementara inflasi kelompok volatile food (VF) naik menjadi 6,24% (yoy) karena penurunan pasokan akibat gangguan produksi cuaca. Bank Indonesia tetap memperkuat respons kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, untuk mencegah inflasi importir.
Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Upaya ini bertujuan mengantisipasi risiko gangguan cuaca seperti El Nino yang memengaruhi harga pangan.
Dalam laporan terbaru, BI menekankan kebijakan makroprudensial longgar dan sistem pembayaran digital untuk mendukung ekonomi inklusif. Meski prospek pertumbuhan ekonomi global mulai melambat, BI optimistis bahwa kinerja domestik masih mempertahankan stabilitas. “Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga karena permintaan inovasi dan pengelolaan sumber daya yang efisien,” ujar Warjiyo.
Dengan demikian, BI menegaskan bahwa kinerja ekonomi Indonesia akan terus dipantau untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan domestik dan dinamika global.