BeritaLokal, Jakarta – Harga emas Pegadaian hari ini mengalami penurunan yang signifikan, terutama pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Produk emas Antam, UBS, dan Galeri24 semua turun, mencerminkan dinamika pasar global yang berdampak pada harga logam mulia di Indonesia.
Selain itu, harga emas dunia juga merosot sebesar 1,03% menjadi US$ 4.285,52 per ons setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Keputusan ini diputuskan oleh Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dikenal sebagai pengkritik kebijakan moneter tradisional.
Harga Emas Pegadaian di Jakarta
Pada perdagangan Kamis, harga emas Antam turun dari Rp 2.839.000 per gram menjadi Rp 2.812.000, sementara UBS mengalami penurunan dari Rp 2.737.000 menjadi Rp 2.717.000 per gram. Harga emas Galeri24 juga turun dari Rp 2.718.000 menjadi Rp 2.703.000 per gram, menandai penurunan terbesar dalam sehari.
Pilihan ukuran emas di Pegadaian mencakup 0,5 gram hingga 1.000 gram, dengan harga mulai dari Rp 1.418.000 untuk 0,5 gram hingga Rp 2.620.070.000 untuk 1.000 gram. Emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram, sementara UBS hanya hingga 500 gram.
Pengaruh Suku Bunga dan Inflasi
The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%, meski inflasi masih tinggi di atas target 2%. Pernyataan FOMC menyebutkan bahwa tekanan inflasi mencerminkan guncangan pasokan yang memicu kenaikan harga energi dan sektor lain.
Kondisi ini membuat emas menjadi aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) yang kurang menarik, terutama bagi investor yang ingin menghindari risiko inflasi. Penurunan harga emas di Indonesia juga disebabkan oleh sentimen global yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum akan melonggarkan kebijakan moneternya.
Proyeksi Suku Bunga dan Kondisi Pasar
Dalam proyeksi terbaru, Ketua The Fed Kevin Warsh menghapus perkiraan sebelumnya tentang pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, mayoritas anggota kini melihat peluang kenaikan suku bunga masih terbuka. Sementara itu, hanya 18 dari 19 anggota Komite Pasar Terbuka yang mengirimkan pandangan, dengan Ketua The Fed sendiri tidak berpartisipasi.
Warsh menyatakan bahwa ia tidak mengirim dot plot untuk diri sendiri dan tengah membentuk gugus tugas untuk memperbarui operasional The Fed. Kebijakan ini mungkin mencerminkan perubahan strategi dalam pengelolaan kebijakan moneter di masa depan.
Dengan dinamika pasar global yang terus berubah, harga emas Pegadaian dan dunia kini terjepit antara tekanan inflasi dan ekspektasi pasar atas kebijakan moneter The Fed.