BeritaLokal, Wamentan – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan bahwa upaya pengurangan impor bawang putih di Indonesia mulai 2027 merupakan langkah strategis untuk mencapai swasembada bawang putih. Program ini berlandaskan program peningkatan produksi dalam negeri yang akan diluncurkan pada tahun 2026, dengan pendanaan dari APBN, BUMN, dan swasta.
Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan benih senilai Rp 75 juta per hektare untuk lahan sebanyak 5.000 hektar di tahap awal. Benih yang dikumpulkan kembali sebagai sumber daya bagi petani lain akan digunakan untuk penanaman secara serentak. “Pembenihan ini membutuhkan waktu, namun dengan skema eksponensial, produksi bawang putih berpotensi meningkat secara bertahap,” kata Sudaryono.
Target swasembada bawang putih diharapkan dicapai dalam 4 tahun ke depan. Saat ini, sekitar 90% kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengidentifikasi sejumlah wilayah potensial seperti Sembalun (NTB), Temanggung (Jateng), dan Humbang Hasundutan (Sumut) sebagai lokasi pengembangan bawang putih di kawasan dataran tinggi.
Pada tahap awal, program ini akan menjangkau 100.000 hektar lahan dengan pendanaan sebesar Rp 375 miliar. Benih yang dikembalikan oleh petani akan didistribusikan kembali untuk mempercepat peningkatan produksi. Sudaryono menyebutkan bahwa modal besar menjadi penghambat bagi perluasan usaha pertanian, sehingga bantuan ini bertujuan mengurangi risiko kegagalan dalam pembibitan.
Pemerintah juga menargetkan penanaman bawang putih di 100.000 hektar dengan skema penyaluran dana berbeda sesuai kategori pemilik lahan (APBN, BUMN, dan swasta). Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional sambil memperkuat ekonomi petani.