BeritaLokal, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Membentuk Program Bantuan Benih untuk Perkebunan
Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan rencana pembagian benih berbagai komoditas perkebunan dengan target 870 ribu hektare di seluruh Indonesia, hingga tahun 2027. Program ini akan dialokasikan dana sebesar Rp 9,95 triliun untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa benih yang diserahkan berupa kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala, dan lada akan dibagikan secara merata di daerah tanam masing-masing. Proses pembibitan dilakukan di lokasi terkait untuk memastikan efisiensi logistik dan menghindari anggaran yang berlebihan.
Pembagian benih gratis ini telah dimulai sejak tahun lalu, dengan target penyebaran pada akhir tahun 2026. Dalam rincian anggaran, dana Rp 9,95 triliun akan digunakan untuk tiga tahun (2025-2027), di mana alokasi per tahun berbeda: Rp 2,54 triliun untuk 2025, Rp 5,63 triliun untuk 2026, dan Rp 1,58 triliun untuk 2027. Kebutuhan benih terdiri dari tebu (Rp 1,52 triliun), kakao (Rp 2,49 triliun), kelapa (Rp 1,16 triliun), kopi (Rp 2,16 triliun), mete (Rp 500 miliar), dan lada/pala (Rp 350 miliar).
Pemantauan Aparat Hukum untuk Mencegah Penyelewengan
Untuk memastikan keandalan program, Amran meminta aparat penegak hukum seperti KPK, TNI, Polri, dan Satgas Pangan Polri mengawal proses. Menurutnya, pengawalan bersama adalah langkah penting untuk mencegah korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang bisa merugikan hasil panen jangka panjang.
Pentingnya Teknik Pembibitan yang Cermat
Amran menegaskan bahwa kesalahan dalam proses pembibitan dapat mengganggu hasil panen selama 30 hingga 60 tahun. “Jika ada kesalahan di tahap ini, dampaknya berkelanjutan,” kata dia. Dengan demikian, pihak Kementan meminta masyarakat dan petani untuk menjaga kehati-hatian dalam menanam benih, terutama komoditas seperti kelapa atau kakao yang memiliki masa produktif panjang.
Program ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perkebunan dan memastikan kesejahteraan petani di Papua.