Lippo Ubah 3.000 Ton Sampah Jadi Energi

BeritaLokal, Jakarta – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memperkuat upaya pengelolaan limbah melalui prinsip ekonomi sirkular, dengan target mengalihkan sebanyak 3.000 ton sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) setiap tahun. Program ini mencakup berbagai lini bisnis, termasuk hotel, residensial, ritel, dan kawasan industri, untuk mendorong transformasi limbah menjadi sumber daya bernilai.

Selain itu, Lippo Karawaci mengadopsi pendekatan kolaboratif melibatkan karyawan, penghuni kawasan, pengunjung, tenant, serta mitra pengelolaan limbah dari sektor publik dan swasta. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperkuat daur ulang, dan mendorong operasional yang lebih ramah lingkungan. Presiden Direktur Lippo Karawaci, Indra Yuwana, menekankan bahwa penerapan ekonomi sirkular tidak hanya mendukung target keberlanjutan perseroan tetapi juga berkontribusi pada pembangunan lingkungan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan.

Limbah Diolah Menjadi Produk Bernilai
Pengelolaan limbah di sektor hotel melalui sistem pemilahan sampah terstandarisasi telah menjadi fokus utama Lippo Karawaci. Hotel Aryaduta, salah satu kawasan operasional perusahaan, menerapkan proses pemilahan yang memisahkan limbah basah, kering, dan material daur ulang seperti botol plastik, kardus, dan minyak jelantah. Selain itu, penggunaan dispenser isi ulang untuk sabun dan sampo sekali pakai di hotel telah mengurangi jumlah sampah plastik. Sistem QR code juga digunakan untuk mengurangi penggunaan kertas dalam operasional hotel.

Di sisi lain, LippoLand fokus pada pengelolaan limbah organik melalui program pengomposan, budidaya maggot, dan pemanfaatan teknologi biopower. Perusahaan juga menguji potensi pemanfaatan limbah lanskap sebagai kompos untuk memperluas penggunaan kembali material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah.

Dorong Ekonomi Sirkular
Pada skala lebih luas, Departemen Wastewater Treatment Plant (WWTP) Lippo Karawaci mengeksplorasi pemanfaatan produk sampingan biodegradable sebagai pupuk organik. Di sektor ritel, Lippo Malls mencapai 18 persen dari total limbah yang dihasilkan telah didaur ulang, dengan penggantian kantong plastik sekali pakai melalui kerja sama dengan tenant pusat perbelanjaan.

Program ini menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber daya ekonomis. Dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), Lippo Karawaci bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah ini, perusahaan menggandeng mitra lokal untuk memperkuat program keberlanjutan, sekaligus meningkatkan dampak sosial melalui penyaluran makanan dan minuman berlebih dari operasional hotel kepada komunitas yang membutuhkan.

error: Content is protected !!