BeritaLokal, Jakarta – Kabar buruk datang dari industri game, di mana Microsoft Xbox mengonfirmasi akan menutup atau menjual tiga studio game terkemuka, termasuk Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games. Peristiwa ini berada di tengah agenda reset besar Microsoft dalam memperkuat bisnis game mereka.
Selain itu, dua studio lainnya, Double Fine dan Compulsion Games, juga menghadapi situasi serupa. Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Xbox sedang mempersiapkan opsi penutupan atau pembelian studio tersebut sebagai bagian dari perubahan struktur di divisi game Microsoft. Sementara itu, karyawan Ninja Theory sudah mendapatkan pemberitahuan tentang rencana penutupan, meski tim di balik seri Hellblade masih berusaha mencari pembeli untuk mempertahankan operasional studio.
Ironisnya, beberapa hari sebelumnya, Ninja Theory tampil di Xbox Summer Game Fest dengan perkenalan game baru yang direncanakan rilis pada 2027. Namun, jika studio tidak menemukan pembeli, proyek tersebut berpotensi batal dirilis. Sementara Double Fine, studio didirikan Tim Schafer pada 2000 dan dikenal melalui game Psychonauts, BrĂ¼tal Legend, hingga Broken Age, juga tengah mengikuti proses negosiasi untuk membeli kembali studio dari Xbox.
Pada sisi lain, Compulsion Games masih bergantung pada hasil negosiasi dengan Microsoft. Saat ini, Xbox Game Studios menaungi beberapa studio besar seperti Arkane, Bethesda, Halo Studios, dan Activision Blizzard King. Namun, perusahaan mengalami tekanan finansial akibat krisis biaya perangkat keras dan kebutuhan menyusun prioritas investasi lima tahun mendatang. Gelombang PHK massal juga terjadi di divisi game Microsoft, berdampak pada ribuan karyawan.
Di samping itu, Microsoft baru saja memperkenalkan Xbox Series X25 Limited Edition, konsol edisi khusus untuk merayakan 25 tahun sejak lahirnya Xbox. Konsol ini diumumkan dalam acara Xbox Games Showcase pada Minggu, 7 Juni 2026, dan dijadwalkan rilis pada November 2026. Desainnya menyerupai konsol Series X standar, tetapi memiliki lapisan transparan hijau yang mengingatkan pada desain Xbox orisinal. Logo “X” di bagian depan konsol bisa menyala hijau saat dinyalakan, memberikan kesan nostalgia.
Kontroler edisi khusus juga dirancang dengan desain transparan hijau untuk kesamaan dengan konsol. Tombol ABXY-nya serupa dengan kontroler generasi pertama, sementara bumper kiri dan kanan menggunakan warna putih dan hitam. Xbox Series X25 Limited Edition diharapkan membawa nuansa lama ke konsol generasi baru, mengingat perusahaan ingin menjaga sejarahnya.
Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi tentang penutupan atau penjualan tiga studio tersebut. Namun, tren terus berlanjut dalam memperkuat bisnis game mereka, dengan konsol baru dan rencana reset yang dianggap sebagai langkah strategis untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.