BeritaLokal, Jakarta – Harga perak Antam hari ini, Selasa (16/6/2026), mengalami koreksi sebesar Rp 550 menjadi Rp 46.600, menunjukkan dampak dari tekanan harga dunia yang melemah. Pergerakan harga perak Antam terjadi dalam konteks tren global yang diwarnai ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kembalinya harapan damai.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 550 menjadi Rp 46.600. Sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 47.150. Perak batangan 250 gram dipatok Rp 12.175.000 dan 500 gram Rp 23.425.000, sementara perak butiran murni 99,95% dihargai Rp 22.600 per ons.
Sementara itu, harga perak dunia turun 0,83% menjadi US$ 69,40, mendekati level US$ 70 per ons setelah kenaikan sebesar 3% pada sesi sebelumnya. Kebijakan damai antara AS dan Iran yang ditandatangani di Swiss pada Jumat akan memperkuat harapan inflasi terbatas. Namun, investor masih hati-hati karena tekanan dari Washington dan Teheran belum terungkap dalam detail.
Ketegangan ini menumbuhkan ketidakpastian terkait kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), yang akan mengadakan pertemuan pertama under Kevin Warsh. Pergerakan harga emas dunia juga berdampak pada imbal hasil obligasi, dolar, dan minyak, menurunkan risiko inflasi.
Sentimen The Fed terus memperkuat perhatian pasar ke arah penurunan suku bunga. Pada pertemuan 16-17 Juni, ketua Fed Kevin Warsh akan memberikan petunjuk tentang prospek kenaikan suku bunga. Pasar juga menunggu keputusan bank sentral lainnya untuk memperkuat atau memperlambat tekanan inflasi.
Harga emas spot naik 2,6% menjadi US$ 4.327,82 per ons di sesi perdagangan Selasa, meski kenaikan ini terkait kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kebijakan ini menurunkan risiko inflasi dan memperkuat kepercayaan pasar pada stabilitas ekonomi global.