Stok Beras Capai 5,3 Juta Ton, Amran Minta Pedagang Jangan Mainkan Harga

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memastikan stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton, menjawab kekhawatiran kelangkaan yang sebelumnya menimbulkan gejolak harga. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa kondisi pasokan beras tetap mencukupi, meski gudang penyimpanan beras di Bulog telah melebihi kapasitas normal.

Selain itu, pemerintah meminta para pedagang tidak mempermainkan harga beras, mengingat stok yang melimpah. “Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan,” kata Amran dalam pidato terkini. Pemerintah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk memantau pasar dan menjaga stabilitas harga.

Produksi beras nasional, yang mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, menjadi kunci keamanan pasokan. Laporan Rice Outlook Mei 2026 menunjukkan produksi global meningkat dari 541,3 juta ton hingga 542,8 juta ton, dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling terbesar. Meski demikian, Indonesia tetap memiliki volume produksi yang signifikan dibandingkan negara-negara lain seperti Nigeria (5,9 juta ton), Pantai Gading (1,7 juta ton), dan Vietnam (26,2 juta ton).

Pemerintah juga mendorong Bulog untuk memperkuat penjualan beras premium di pasar komersial. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebutkan bahwa merek seperti Befood, Punokawan, dan Setra Ramos bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pasokan ritel modern. “Bukan langka. Saya kira kan kami juga kunjungan ke lapangan, melihat di ritel modern itu masih ada, (memang) tidak banyak tapi ada,” katanya.

Kondisi stok beras terus dipantau secara intensif, dengan pemerintah menyewa ruang tambahan untuk penyimpanan. Amran menegaskan bahwa harga beras tetap stabil meski stok melimpah, dan pihaknya berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh daerah. “Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita,” kata Amran.

Dengan demikian, keberhasilan peningkatan produksi dan strategi pengawasan pasar menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga beras di Indonesia.