BeritaLokal, Jakarta – Grup K-pop BTS merayakan ulang tahun ke-13 dengan konser hari kedua tur dunia ARIRANG di Stadion Utama Asiad Busan, Sabtu, 13 Juni 2026. Acara yang diselenggarakan di kota kelahiran anggota Jimin dan Jung Kook ini menggabungkan perayaan sosial dengan pertunjukan musik yang mengejutkan para penonton. Sebanyak 55.000 penggemar memadati stadion, sementara total penonton di dua malam tersebut mencapai 110.000 orang.
Selain itu, acara menjadi momen penting bagi BTS dalam konteks budaya dan kehidupan sosial Kota Busan. Festival urban “BTS THE CITY ARIRANG BUSAN” telah memperkenalkan landmark kota sebagai bagian dari tema album ARIRANG, mulai dari sambutan meriah di Stasiun Busan hingga pertunjukan cahaya drone di Pantai Gwangalli. Konser yang molor sekitar 75 menit pada malam sebelumnya dan 23 menit kemarin menciptakan suasana khusus bagi para penonton.
Pertunjukan dimulai dengan pidato singkat dari V dan Jimin, dua anggota BTS yang memberikan pesan pribadi. V mengingat kembali momen penting seperti konser BTS 5th Muster: Magic Shop pada 2019 dan Yet to Come tahun lalu, sementara Jimin menyampaikan perasaan senang berada di kampung halamannya. Dalam rangkaian lagu, grup menggabungkan materi baru seperti “they don’t know ‘bout us,” “Like Animals,” dan versi Korea dari NORMAL dengan lagu-lagu klasik yang sudah dikenal penggemar.
Pertunjukan memperlihatkan kombinasi antara hip-hop emosional seperti “FAKE LOVE” dan “Not Today” serta elemen musikal yang lebih berkesan, seperti “MIC Drop” dan “FIRE.” Kombinasi ini mengubah stadion menjadi tempat yang menyerupai mosh pit di sisi penuh semangat.
Ketujuh anggota BTS, RM, Jin, J-hope, Suga, Jimin, V, dan Jung Kook, memimpin pertunjukan tari yang khas dengan lagu pembuka “Hooligan” dan “Aliens” dari album ARIRANG. Setelah itu, penonton menyetir ke panggung untuk menyanyikan lagu favorit mereka, menciptakan suasana yang begitu hangat.
Konser menjadi simbol kekayaan budaya dan kebersamaan dalam perayaan ulang tahun bagi BTS, sekaligus mengajarkan pentingnya kota sebagai pusat kehidupan sosial dan seni di Asia Tengestari.