BeritaLokal, Tangerang – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan pengawasan kendaraan angkutan barang untuk mewujudkan target Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, sebanyak 302.561 kendaraan tercatat melakukan pelanggaran, dengan pelanggaran muatan dan dokumen menjadi dua poin dominan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan pengawasan dilakukan melalui 89 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di seluruh Indonesia. “Kami terus berupaya mewujudkan kendaraan angkutan barang yang berkeselamatan,” kata Aan, dalam konferensi pers.
Data Kemenhub menunjukkan, dari 1.241.883 kendaraan angkutan barang yang masuk pengawasan, sebanyak 939.322 (75,64%) dinyatakan patuh terhadap aturan. Sementara 302.561 kendaraan (24,36%) masih melakukan pelanggaran. Pelanggaran muatan berlebih mencapai 47,94% dari total, sementara pelanggaran dokumen mendominasi dengan 49,97%.
Pelanggaran dimensi kendaraan hanya 1,57%, sementara pelanggaran tata cara muat dan persyaratan teknis tercatat sangat rendah. Aan menjelaskan bahwa penindakan dilakukan secara selektif untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha angkutan barang.
Dalam kategori perusahaan dengan pelanggaran tertinggi, PT SIL menjadi penyebab paling besar (1.041 kendaraan), diikuti PT IP (967) dan PT SA (749). Jenis muatan yang paling sering dilanggar adalah barang campuran (20.734 kendaraan), lalu barang paket (17.770), pasir (15.591), perkebunan (8.846), dan semen (8.189).
Meski demikian, Aan menilai tingkat kepatuhan kendaraan angkutan barang mulai menunjukkan perbaikan. Persentase pelanggaran pada LHR (lalu lintas harian rata-rata) mencapai 7,74% pada 2026, meningkat dari 7,47% di 2025. Meski demikian, pelanggaran muatan dan dokumen masih dominan.
Dalam laporan terbaru, persentase pelanggaran turun menjadi 24,36% dari sebelumnya 24,71%. Peningkatan ini menunjukkan tren perbaikan, meski tantangan masih ada. Kemenhub kini fokus pada pengawasan intensif dan penguatan kesadaran pelaku usaha untuk mencapai target Zero ODOL 2027.