BeritaLokal, Jakarta – Lagu “Terpukau” karya Astrid Basjar kembali melintas di medsos dengan fenomena viral yang mengejutkan publik. Diketahui, lagu ini dirilis pada 2013 dan kini kembali menjadi sorotan karena kemunculannya di TikTok pada tahun 2026, tepat 13 tahun setelah rilis albumnya yang sama. Fenomena ini menarik perhatian Generasi Z yang sering menggunakan platform TikTok untuk membagikan konten kreatif.
Ketertarikan publik terhadap lagu “Terpukau” muncul karena liriknya menyampaikan keinginan jadi jodoh seseorang, dengan kesan galau sekalipun. Lirik yang dipopulerkan oleh Ade Govinda ini mengeksplorasi harapan melalui doa kepada Sang Khalik, meski keinginan tersebut tak tercapai. Keterlibatan Gen Z membuat lagu ini kembali menjadi konten trending di YouTube, dengan video lirik mendulang 1,1 juta views pada 14 Juni 2026.
Selain Astrid Basjar, fenomena viral ini juga menarik perhatian penyanyi lain seperti Fatin Shidqia Lubis, Gita Gutawa, dan Marcello Tahitoe. Lagu “Terpukau” memperkuat nostalgia publik karena keterhubungan dengan masa lalu musik Indonesia yang tak terlupakan. Mereka mengenang era 2000-an ketika lagu-lagu seperti “Jadikan Aku Yang Kedua” dan “Tentang Rasa” menyatukan masyarakat.
Dalam album keempat Astrid Basjar, “Terpukau” menjadi single utama yang menandai 10 tahun kariernya. Album ini juga memuat hit “Mendua” yang menjadi soundtrack sinetron “Istri Impian.” Karier Astrid melambung saat Sony Music Indonesia merilis album “soundtrack” film “Tusuk Jelangkung” pada 2003, menempatkan penyanyi ini di jalur kariernya.
Lirik lagu “Terpukau” menggambarkan keinginan untuk menjadikan seseorang jodoh. Dalam versi lirik yang disajikan, perasaan mencintai dan ingin hidup berdua dengan pasangan terasa begitu kuat. Keterlibatan Gen Z membuat lagu ini kembali viral karena mampu menggambarkan keinginan sehari-hari dalam konteks era digital.
Astrid Basjar, yang juga dikenal sebagai penyanyi cewek unik, sering dijuluki “Bjork-nya Indonesia” akibat vokal khasnya. Kini, ia terus menggarap berbagai hit, dengan lagu “Terpukau” menjadi salah satu contoh dari kekayaan kreativitas musik nasional.
Fenomena viral ini menunjukkan bahwa lagu-lagu lama bisa kembali relevan dalam era digital. Dalam konteksnya, “Terpukau” mampu memperkuat perasaan nostalgia dan emosi yang sama seperti masa kecil. Publik terus menghargai karya Astrid Basjar yang tak hanya menyentuh hati tetapi juga menjadi bagian dari identitas musik Indonesia.
Bahkan, lirik “Terpukau” menunjukkan bahwa kesedihan dan harapan bisa muncul dalam bentuk yang tidak konvensional. Dalam kehidupan nyata, kita sering mengalami hal ini-kita merasa ingin memiliki sesuatu yang tak tercapai, tetapi rasa percaya diri untuk mencoba kembali selalu ada.