Harga Emas Mulai Turun, Akankah Dana Investor Lari ke Bitcoin?

BeritaLokal, Jakarta – Pelemahan harga emas dari level tertinggi sepanjang sejarah mulai mengundang perhatian di kalangan investor. Banyak analis memprediksi adanya pergeseran strategi investasi, dengan beberapa menilai likuiditas pasar bisa beralih ke Bitcoin sebagai pelabuhan berikutnya.

Meskipun emas masih dijuluki aset “safe haven” dalam kondisi ketidakpastian global, imbal hasil yang lebih tinggi kini menjadi motivasi bagi sebagian investor untuk mempertimbangkan aset digital Bitcoin. Sejak harga emas mencapai rekor tertinggi pada 2026, pola historis menunjukkan adanya kecenderungan likuiditas pasar berpindah ke Bitcoin saat harga emas mengalami pergerakan mendatar.

Analisis dari CryptoTice, seorang pengamat pasar di Jakarta, menyebutkan bahwa emas telah memasuki fase stagnan setelah lonjakan besar yang terakhirnya. “Pada titik ini, investor mulai mencari imbal hasil yang lebih tinggi di luar emas,” kata CryptoTice dalam wawancara.

Kemunculan gelombang ketiga Bitcoin, sejak kembali memulihkan tren dari level terendahnya pada 2022, telah meningkatkan minat investor terhadap potensi perpindahan modal. Perbandingan grafik antara emas dan Bitcoin menunjukkan bahwa kedua aset sering kali bergerak naik bersamaan selama periode pergolakan finansial.

Harga emas saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 4.200 per ons, sedikit di bawah rekor tertingginya. Dengan ketegangan geopolitik dan indikator ekonomi AS yang terus dipantau, para trader menunggu apakah harga emas akan tetap stabil atau bergerak kembali ke level sebelumnya. Sementara itu, Bitcoin mencatatkan kenaikan sebesar 2,5% dalam dua hari terakhir, menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Meskipun ada potensi gelombang ketiga, para pakar tetap mengingatkan bahwa pola historis tidak selalu berulang secara sempurna. “Kedua aset bisa bergerak naik bersamaan atau saling memengaruhi tergantung kebutuhan investor,” kata sumber terkait.

Dalam konteks pasar global, emas dan Bitcoin sering kali menarik minat karena mengalirkan dana dari para pemilik modal yang memiliki minat berbeda. Namun, kinerja finansial saat ini masih dalam perhitungan dinamika pasar yang terus berubah.

BeritaLokal, Jakarta