BeritaLokal, Jakarta – Lonjakan harga memori global telah mengubah dinamika pasar ponsel, dengan para produsen beralih fokus ke segmen premium sementara pasar HP murah kian tertekan. Laporan Counterpoint menunjukkan penurunan pangsa pasar MediaTek sebagai raja chipset dunia, mencerminkan perubahan strategi dalam industri komputasi ponsel.
Berdasarkan data dari GSMArena (13/6/2026), chipset MediaTek mengalami penurunan pangsa pasar sebesar 6% pada kuartal pertama (Q1) 2026, dari 38% pada Q1 2025. Penurunan ini disebabkan oleh lesunya penjualan ponsel kelas bawah dan menengah yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama perusahaan Taiwan tersebut. Di sisi lain, lini Dimensity 8450 berhasil menyelamatkan brand MediaTek di kelas menengah dengan keberhasilan produk seperti Oppo Reno15 Pro, Reno15 Pro Mini, dan Reno15 Pro Max.
Di posisi kedua, Qualcomm mengalami penurunan pangsa pasar tahunan (YoY) karena peluncuran seri Samsung Galaxy S26 yang terlambat. Perusahaan asal Korea Selatan ini mulai menggantikan ketergantungan pada Qualcomm dengan memasukkan prosesor Exynos 2600 ke sebagian lini Galaxy S26. Namun, chip Snapdragon seri 4 dan 6 di segmen menengah ke bawah masih terpukul akibat daya beli yang melemah.
Di papan bawah, Unisoc mencuri perhatian dengan kemitraan dengan Redmi. Cip T7250 menjadi pilihan populer untuk ponsel 4G, sementara cip T8300 sukses menembus pasar 5G. Sementara itu, HiSilicon milik Huawei mengalami penurunan volume pengiriman pada kuartal ini, meski permintaan terhadap perangkat premium seperti Huawei Mate 80 tetap kuat karena cip Kirin 9000.
Dalam rangkaian pertumbuhan, Apple kokoh di posisi ketiga sebagai produsen chipset terbesar, dengan pengiriman iPhone 17 yang mengguncangkan pasar. Varian terjangkau iPhone 17e ditenagai cip A19 sukses melampaui penjualan iPhone 16e, menunjukkan kekuatan pasar untuk produk rendah harga.
Dengan perubahan ini, industri ponsel kian mengalami dinamika baru. Para produsen mulai memperhatikan pengembangan cip mandiri dan strategi pasif dalam menghadapi tekanan harga memori yang terus meningkat.