BeritaLokal, Jakarta – Kabar tak terduga menghantui dunia seni Indonesia, khususnya di wilayah Tangsel. Pelawak senior Haji Bolot, yang dikenal sebagai “Tokoh Seniman Tangsel,” dirawat intensif di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan karena serangan jantung. Kabar ini beredar melalui pesan singkat di kalangan awak media pada 10 Juni 2026, memicu perhatian masyarakat dan rekan seprofesinya.
Kondisi Haji Bolot saat ini diperkuat oleh unggahan Instagram Stories rekan seprofesinya, Andre Taulany. Dalam foto yang dibagikan di medsos, ia terlihat berbaring lemah di ranjang ICU menggunakan alat medis, sementara seorang perempuan mendampingi dengan raut cemas. Andre Taulany juga menyertakan permohonan doa untuk kesembuhan sang kakek dalam captionnya.
Menurut Ika, cucu Haji Bolot, yang sempat menemui awak media, kakeknya sudah dirawat selama dua minggu di rumah sakit. “Ya, sudah dua minggu (dirawat),” kata Ika saat diwawancara di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada 11 Juni 2026. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa kondisi Haji Bolot masih dalam tahap perawatan intensif, dengan kondisi jantungnya yang memerlukan perhatian khusus.
Pemangku kepentingan di rumah sakit, Andre Taulany, menegaskan bahwa sang kakek sedang menjalani prosedur medis untuk pemulihan. “Kondisi beliau masih dalam ICU, dan kita berharap doa serta dukungan dari masyarakat bisa membantu beliau pulih,” katanya. Sementara Ika menyatakan bahwa Haji Bolot tetap aktif berbicara di media sosial, meski terkadang mengalami keterbatasan kemampuan bicaranya.
Kabar serangan jantung Haji Bolot memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan para pelaku seni. Sejumlah netizen menyebutkan bahwa kejadian ini bisa menjadi momok untuk sebagian besar pekerjaan seni, khususnya di bidang komedi. Namun, banyak pula yang mengapresiasi kesetiaan Haji Bolot terhadap budaya dan kehidupan sosial Indonesia.
Sementara itu, pihak RS Fatmawati menjelaskan bahwa perawatan intensif diberikan karena serangan jantung yang mendadak. Tim medis memastikan kondisi pasien tetap diawasi secara ketat, terutama untuk mengevaluasi responsnya terhadap obat dan pengobatan.
Haji Bolot, seorang tokoh seni yang dikenal dengan kreativitasnya, masih menjaga komunikasi aktif melalui media sosial. Meski dalam kondisi sakit, ia tetap berpartisipasi dalam aktivitas seni, seperti menulis cerita atau mengirimkan pesan inspiratif untuk para penggemarnya.
Pemulihan Haji Bolot diharapan bisa segera dimulai, dengan dukungan dari keluarga, rekan kerja, serta masyarakat luas. Kebahagiaan dan kesembuhan menjadi utama bagi sang kakek yang dikenal sebagai sosok penuh kepedulian.