4 Alasan Titi Kamal Main Film Perumahan Laddaland, Kali Pertama Syuting Bareng Awi Suryadi

BeritaLokal, Jakarta – Film Perumahan Laddaland menandai kembali kehadiran Titi Kamal di studio produksi MD Pictures setelah jeda beruntun. Ia bergabung dengan Andri Mashadi dalam peran yang menggambarkan kisah keluarga di rumah baru, dengan tema horor yang mencerminkan rasa ketakutan dan keajaiban. Film ini dibintangi Titi Kamal dan Andri Mashadi, serta mendapat pembawaan dari sutradara Awi Suryadi, yang juga menjuarai KKN di Desa Penari dan Danur.

Titi Kamal menjelaskan empat alasan mengapa ia memilih bermain dalam Perumahan Laddaland, film adaptasi horor Thailand yang dirilis 2011 dan mencetak pendapatan US$ 5,7 juta. Pertama, ia menyebutkan bahwa penggemarnya, Christian Sugiono, menonton versi Thailand dan merasa terkesan. Kedua, ia tertarik dengan karya Awi Suryadi, penulis naskah yang mampu menggambarkan kehidupan keluarga secara universal. Ketiga, Manoj Punjabi, produser film yang juga mantan suami Titi Kamal, menilai rekam jejaknya dalam industri sinema Indonesia sudah memadai. Keempat, tema keluarga dan kisah misteri di rumah baru sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Titi Kamal mengatakan bahwa film ini akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 13 Agustus 2026, dan ia optimistis penonton bisa merasakan drama keluarga yang menarik. “Aku selama ini ingin bermain dalam film-film yang menggambarkan kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Film Perumahan Laddaland mengisahkan seorang pemilik rumah, Tomy (Andri Mashadi), yang membeli rumah impian melalui KPR. Namun, kebahagiaannya tak bertahan lama karena misteri kematian ART di dalam kulkas menimpa keluarganya. Pemandangan ini menciptakan ketakutan dan perubahan dalam hubungan antara anggota keluarga.

Poster dan trailer film telah meluncur, dengan Titi Kamal menyampaikan rasa puasnya atas kesempatan bermain dalam cerita yang menarik. “Kita bisa merasakan drama keluarga, stres, dan kegundahan,” ujarnya.

Sementara itu, Awi Suryadi menggarap film ini sebagai bagian dari proyek kreatifnya yang mendorong pengembangan cerita horor dengan tema universal. Film Perumahan Laddaland memperkuat kesan bahwa seni bisa menggambarkan perasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari.